Wisata Batang 2027 Disiapkan, DPRD Ingatkan OPD Jangan Jalan Sendiri

Senin 10-08-2026,15:11 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Bakti Buwono

Ia mendukung rencana pengembangan kawasan Sigandu yang mencakup penataan kawasan mangrove dan penguatan potensi wisata pesisir.

Menurutnya, Sigandu memiliki peluang besar dikembangkan sebagai destinasi unggulan jika konsep wisata dan konservasi berjalan beriringan.

Apalagi, kondisi Pantai Sigandu menghadapi persoalan abrasi yang semakin menggerus kawasan pesisir.

Nur Untung menilai abrasi turut berdampak terhadap aktivitas wisata dan penerimaan retribusi di kawasan tersebut.

Karena itu, pengembangan Sigandu tidak cukup hanya membangun fasilitas wisata di kawasan daratan.

“Untuk Sigandu, saya sangat mendukung pengembangan yang berkaitan dengan penanaman mangrove. Tetapi mangrove itu harus dirawat dan dikembangkan dengan konsep yang jelas,” tegasnya.

Ia meminta program penanaman mangrove tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Menurut Nur Untung, keberhasilan program mangrove sangat ditentukan pemilihan jenis tanaman, lokasi penanaman, pemeliharaan, dan evaluasi berkala.

Pengalaman mengikuti berbagai kegiatan penanaman mangrove membuatnya menilai aspek perawatan tidak boleh diabaikan.

Ia menyebut penanaman mangrove di kawasan Sigandu sebelumnya belum memiliki konsep pengembangan yang cukup kuat.

Nur Untung juga mengaku mendapat pengetahuan tambahan saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Brebes.

Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu tokoh komunitas yang aktif mengembangkan dan merawat kawasan mangrove.

Dari pertemuan itu, ia melihat pengelolaan mangrove membutuhkan keseriusan serta keterlibatan komunitas secara berkelanjutan.

 

Jangan Lagi OPD Berjalan Sendiri

Nur Untung menilai persoalan utama pengembangan Sigandu bukan hanya soal anggaran.

Menurutnya, sinergi antar-OPD menjadi faktor penting karena kawasan tersebut memiliki karakter wisata sekaligus wilayah pesisir.

Kategori :