Jadi Guru Besar, Katno Hadi Dorong Ekonomi Soloraya Lewat Wisata Terintegrasi

Jadi Guru Besar, Katno Hadi Dorong Ekonomi Soloraya Lewat Wisata Terintegrasi

Soloraya sebenarnya memiliki banyak destinasi unggulan. Persoalannya, destinasi-destinasi tersebut belum sepenuhnya terhubung dalam satu konsep perjalanan.--

SOLO, diswayjateng.id – Ketua Umum Senkom Mitra Polri Prof Dr H Katno Hadi, baru saja dikukuhkan sebagai guru besar bidang bisnis dan ekonomi di Asian University International, Malaysia, pada 4 Agustus 2026.

Sepulang dari Malaysia, dia langsung berbicara mengenai sejumlah rencana yang ingin dikembangkan, terutama potensi ekonomi wisata di wilayah Soloraya.

Katno menilai Soloraya sebenarnya memiliki banyak destinasi unggulan. Persoalannya, destinasi-destinasi tersebut belum sepenuhnya terhubung dalam satu konsep perjalanan.

“Potensi bisnis di Soloraya yang masih sangat bisa dikembangkan itu pariwisata. Konsepnya bagaimana wisata itu dibangun secara terintegrasi, di situ ada UMKM, hotel, wisata edukasi dan sektor pendukung lainnya,” ujar Katno saat tiba di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Boyolali, Senin, 10 Agustus 2026.

BACA JUGA:Polres Boyolali Tekankan Pelajar Tidak Mudah Terprovokasi Ajakan Tawuran

BACA JUGA:UCC Terboyo Disiapkan Jadi Mesin Ekonomi Baru Semarang, 33 Ribu UMKM Bakal Terhubung

Menurut Katno, integrated tourism bukan hanya menghubungkan satu objek wisata dengan objek wisata lainnya.

Konsep tersebut harus melibatkan banyak sektor sekaligus. Mulai dari hotel, restoran, transportasi, UMKM, pusat oleh-oleh, wisata edukasi hingga pelaku ekonomi kreatif.

Dengan begitu, uang yang dibelanjakan wisatawan tidak hanya berhenti di satu destinasi, tetapi berputar dan memberikan manfaat kepada masyarakat di berbagai wilayah.

Katno melihat persoalan tersebut dari hasil penelitian mengenai pariwisata Soloraya yang telah dilakukannya sejak menempuh pendidikan doktoral.

“Sekarang masih putus-putus. Orang datang ke Solo, wisata budayanya bagus, kulinernya bagus. Tetapi ketika mau ke pegunungan, harus mencari sendiri. Ini yang belum terkoneksi dengan baik,” katanya.

Dalam konsep tersebut, Solo dapat menjadi salah satu pintu masuk wisatawan sebelum mereka diarahkan menuju destinasi lain di kawasan Soloraya.

BACA JUGA:Panglima Jilah Temui Jokowi di Solo, Sampaikan Undangan Pertemuan Adat Dayak

BACA JUGA:Polisi Amankan 4 Orang Diduga Intimidasi Warga yang Nongkrong di Solo

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait