Bangun Industri dari Hulu, Pengusaha Bakso Wonogiri Usulkan Peternakan Sapi Terintegrasi
menyampaikan gagasan pembangunan peternakan sapi terintegrasi kepada Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno (tengah) saat Pengukuhan Pengurus Perkumpulan Pengusaha Bakso Wonogiri Mendunia periode 2026-2033 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Jumat (31/7/2026)-Istimewa-
SOLO, diswayjateng.id -- Industri bakso Wonogiri dinilai telah berkembang pesat hingga menjangkau berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, para pelaku usaha masih menghadapi persoalan klasik berupa fluktuasi harga dan ketersediaan daging sapi sebagai bahan baku utama.
Kondisi itu mendorong Perkumpulan Pengusaha Bakso Wonogiri Mendunia menggagas pembangunan peternakan sapi terintegrasi sebagai langkah memperkuat fondasi industri bakso dari sektor hulu. Gagasan tersebut disampaikan Pembina Perkumpulan Pengusaha Bakso Wonogiri Mendunia, Prof. Dr. Katno Hadi, saat ditemui di Solo, Sabtu 1 Agustus 2026.
Menurut Katno, keberlanjutan usaha bakso tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan pemasaran. Kepastian pasokan bahan baku menjadi faktor penting agar pelaku usaha mampu menjaga kualitas produk sekaligus menekan biaya produksi.
"Selama ini tantangan terbesar adalah harga daging yang terus berubah. Karena itu, kami ingin memperkuat sektor hulunya agar industri bakso memiliki fondasi yang lebih kokoh," ujarnya.
BACA JUGA:Kandang Sapi di Wirosari Ludes Terbakar, Satu Ekor Tewas Terpanggang Tiga Lainnya Selamat
BACA JUGA:12 Rumah Aspol Polresta Solo Hangus Terbakar, Pemkot Siapkan Lokasi Pengungsian Sementara
Sebagai tahap awal, pihaknya mengusulkan pembangunan peternakan dengan kapasitas sekitar 200 ekor sapi. Program tersebut harapannya menjadi model pengelolaan peternakan modern yang mampu memasok kebutuhan daging secara berkelanjutan bagi pelaku usaha bakso dan mi ayam.
Katno mengatakan, konsep tersebut terinspirasi dari keberhasilan sistem peternakan ayam petelur terintegrasi yang mampu menciptakan efisiensi produksi sekaligus menjaga stabilitas pasokan.
Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Wonogiri dapat mendukung rencana tersebut melalui penyediaan lahan dan kolaborasi lintas sektor sehingga proyek percontohan dapat segera diwujudkan.
Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menilai usulan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah membangun ekosistem ekonomi yang saling terhubung, mulai dari peternak, pelaku UMKM, hingga sektor perdagangan.
Menurutnya, Bakso Wonogiri telah menjadi identitas kuliner yang membawa nama daerah ke berbagai wilayah, bahkan hingga luar negeri. Karena itu, penguatan rantai pasok menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga daya saing industri tersebut.
"Kalau bahan bakunya kuat, industri bakso juga akan semakin kuat. Kami berharap Bakso Wonogiri tidak hanya dikenal sebagai kuliner khas, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah yang memberi manfaat bagi masyarakat luas," kata Setyo.
Dia optimistis kolaborasi antara pemerintah daerah dan para pelaku usaha akan mempercepat terwujudnya industri bakso Wonogiri yang lebih mandiri, kompetitif, dan mampu terus memperluas pasar hingga tingkat internasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




