Polda Jateng Perkuat Sinergi Cegah TPPO, 118 Kasus PMI Bermasalah Tercatat Sepanjang 2025

Polda Jateng Perkuat Sinergi Cegah TPPO, 118 Kasus PMI Bermasalah Tercatat Sepanjang 2025

Dialog Publik Wilayah Hukum Polda Jawa Tengah yang digelar Ditres PPA dan PPO Polda Jateng berlangsung di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Selasa (29/9/2026).-Istimewa/ Umar Dani -

SEMARANG, diswayjateng.id – Kerentanan Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjadi salah satu persoalan yang berkaitan erat dengan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Jawa Tengah.

Sepanjang 2025, tercatat 118 kasus PMI bermasalah di Jawa Tengah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 19 kasus berkaitan dengan TPPO.

Persoalan tersebut menjadi perhatian dalam Dialog Publik Wilayah Hukum Polda Jawa Tengah bertema “Sinergi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan, Anak dan Kelompok Rentan serta Pemberantasan Perdagangan Orang melalui Penguatan Kerja Sama”.

Kegiatan yang digelar Ditres PPA dan PPO Polda Jateng tersebut berlangsung di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Selasa (29/9/2026).

BACA JUGA:Polda Jateng Bongkar Peredaran Sabu di Sragen-Sukoharjo, 24 Paket Diamankan

BACA JUGA:Wartawan Mitra Polda Jateng Salurkan 16 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Jabungan

Dialog publik itu dihadiri Wakapolda Jateng Brigjen Pol. Latif Usman, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Hj Nawal Arafah Yasin MSi., 

Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Tengah Diana Ribut Hari Wibowo, Dirtipid PPA dan PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol. Dr Nurul Azizah SIK MSi, 

serta Dirres PPA dan PPO Polda Jateng Kombes Pol Nunuk Setiyowati SIK MH.

Turut hadir akademisi Fakultas Hukum Undip Prof. Dr Ani Purwanti, SH MHum., Ketua Komnas Perempuan Dr Maria Ulfa Anshor MSi, dan Psikolog Undip Annastasia Ediati, SPsi MSc PhD.

BACA JUGA:Kapolda Jateng Tinjau Skrining TOSS TB dan Tracing di Puskesmas Adiwerna Tegal

BACA JUGA:Polda Jateng Ungkap Peredaran Sabu di Karanganyar, 64 Paket dan 1 Paket Besar Disita

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda Jateng Brigjen Pol. Latif Usman membacakan amanat Kapolda Jateng Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo.

Kapolda menekankan bahwa ancaman kekerasan terhadap perempuan, anak, kelompok rentan, serta TPPO semakin kompleks sehingga membutuhkan penanganan lintas sektor.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait