Padi Biosalin Mulai Dipanen di Lahan Rob Batang, 2 Hektare Berhasil Produksi
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dispaperta Kabupaten Batang, Rini Diana Anggriani,menunjukkan padi biosalin, Senin 10 Agustus 2026-Disway Jateng/ Bakti Buwono-
BATANG, diswayjateng.id – Padi Biosalin mulai dipanen di lahan terdampak rob di Desa Depok, Kecamatan Kandeman, Kabupaten BATANG. Panen tersebut menjadi perkembangan terbaru pemanfaatan lahan salin untuk kembali menghasilkan tanaman pangan.
Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang mendampingi budidaya padi Biosalin pada lahan seluas 2 hektare. Lahan tersebut merupakan milik tiga petani yang menghadapi tantangan salinitas akibat kondisi rob.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dispaperta Kabupaten Batang, Rini Diana Anggriani, mengatakan hasil panen Biosalin menunjukkan perkembangan menggembirakan.
“Alhamdulillah, hari ini bisa bagus dan apa yang diupayakan sesuai dengan harapan kita,” kata Rini, Senin 10 Agustus 2026.
BACA JUGA: Diduga Curi Motor, Pria Ini Dibekuk saat Belanja di Minimarket Batang
BACA JUGA: Sevilla dan Alehandro Jadi Mas-Mbak Batang 2026, Siap Mbolang ke Tempat Wisata
Panen padi Biosalin tersebut dilakukan saat tanaman berumur sekitar 76 hari setelah tanam (HST).
Waktu panen itu lebih cepat dari umur ideal sekitar 82 hari karena mempertimbangkan kondisi bulir dan ketersediaan air.
Menurut Rini, air tawar untuk proses pencucian lahan atau bleaching di lokasi mulai surut.
Jika panen ditunda beberapa hari, bulir padi dikhawatirkan menjadi kopong karena nutrisi kembali digunakan tanaman.
BACA JUGA: Di Balik Padi Biosalin, Cerita Swadaya Petani Batang dan Dukungan BI Olah Lahan Rob
BACA JUGA: Menanti Panen Padi Biosalin di Lahan Rob Batang, Berhasil atau Gagal?
“Kalau kita menunggu beberapa hari lagi, takutnya bulir padi itu akan kopong,” jelas Rini.
Kondisi tersebut menjadi pertimbangan Dispaperta untuk tidak menunggu tanaman mencapai umur ideal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
