Polres Boyolali Tekankan Pelajar Tidak Mudah Terprovokasi Ajakan Tawuran

Polres Boyolali Tekankan Pelajar Tidak Mudah Terprovokasi Ajakan Tawuran

PEMBINAAN : Kapolsek Boyolali Kota AKP Andy Setiawan memberikan pembinaan dan imbauan pelajar SMK Muhammadiyah Boyolali tidak mudah terprovokasi terlibat tawuran pelajar, Senin 10 Agustus 2026. Foto : Erna Yunus Basri--

BOYOLALI, diswayjateng.id - Jajaran Polres Boyolali menekan agar pelajar SMA/SMK/sederajat tidak mudah terprovokasi ajakan tawuran. Hal ini menjadi poin utama ketika Kapolsek Boyolali Kota AKP Andy Setiawan SH memberikan pembinaan kepada para siswa SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, Senin, 10 Agustus 2026. 

Pembinaan dilakukan Polsek Boyolali Kota ini sebagai upaya pencegahan kenakalan remaja melalui kegiatan edukasi di lingkungan sekolah. AKP Andy Setiawan mengingatkan para siswa agar tidak mudah terprovokasi atau terpengaruh ajakan yang dapat mengarah pada kekerasan dan tindakan melanggar hukum. Para pelajar juga diajak membangun pergaulan yang sehat serta mengisi waktu dengan kegiatan positif.

"Jangan mudah terprovokasi untuk melakukan tawuran. Hindari bullying dan pergaulan bebas. Gunakan masa sekolah untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan meraih prestasi," pesan AKP Andy. 

BACA JUGA: Tradisi Saparan di Lereng Gunung Merbabu Boyolali, Warga Doa Bersama Memohon Turun Hujan

BACA JUGA: Warga Kemusu Boyolali Tewas Tenggelam Waduk Kedung Ombo Boyolali

Kapolsek Boyolali Kota memberikan materi pengenalan mengenai Artificial Intelligence (AI). Para siswa didorong untuk memahami perkembangan teknologi dan memanfaatkannya secara bijak untuk mendukung proses belajar serta kegiatan positif. Serta, terkait pencegahan kenakalan remaja, khususnya tawuran antarpelajar, bullying, dan pergaulan bebas.

Selain materi pencegahan kenakalan remaja, Kapolsek juga memberikan edukasi mengenai tertib berlalu lintas. Para siswa diingatkan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan diri maupun pengguna jalan lainnya.

Sementara,  Kasi Humas Polres Boyolali AKP Winarsih, S.H. mengatakan, edukasi di sekolah merupakan langkah preventif kepolisian dalam membangun kesadaran hukum dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman. 

BACA JUGA: 'Blusukan' ke Ponpes, Polres Boyolali Tekankan Anti-Bullying ke Santri

BACA JUGA: Jelang Pilkades Serentak 2027, Personel Intelkam Polres Boyolali Dibekali Deteksi Dini

"Pelajar merupakan generasi penerus bangsa. Karena itu, kami terus mendorong edukasi dan pembinaan agar para siswa memahami dampak kenakalan remaja serta mampu menolak tawuran, bullying, pergaulan bebas, maupun perilaku negatif lainnya," ujar Kasi Humas.

Menurutnya, pencegahan kenakalan remaja membutuhkan keterlibatan bersama antara kepolisian, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait