BATANG, diswayjateng.id – Batang bersiap memasuki babak baru transportasi publik. Pemerintah Kabupaten Batang memastikan layanan Trans Jateng ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.
Kehadiran layanan itu tidak hanya menambah pilihan angkutan umum. Pemerintah menargetkan sistem tersebut memperkuat akses menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) atau KEK Industropolis Batang yang terus berkembang.
"Transportasi massal menjadi kebutuhan untuk mendukung mobilitas masyarakat, terutama pekerja dan sektor pariwisata. Pemerintah daerah telah menyiapkan konsep shuttle bus yang terintegrasi dengan Trans Jateng," kata Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, belum lama ini.
Pertumbuhan investasi di Batang membuat kebutuhan transportasi massal semakin mendesak. Ribuan pekerja setiap hari bergerak menuju kawasan industri di Kecamatan Gringsing.
BACA JUGA: Usai Tanding di Cirebon, Pesilat Batang Bakal Jalani 3 Pertarungan Lagi Menuju Porprov
Karena itu, Pemkab Batang menyiapkan sistem transportasi yang saling terhubung. Konsep tersebut menggabungkan layanan Trans Jateng dengan shuttle dan angkutan pedesaan.
Shuttle dari Terminal Banyuputih dirancang melayani perjalanan menuju KITB. Sementara shuttle dari Terminal Limpung diproyeksikan menghubungkan masyarakat menuju Dieng dan sejumlah destinasi wisata.
Skema tersebut diharapkan menghadirkan perjalanan yang lebih murah dan nyaman. Pada saat bersamaan, pemerintah juga ingin mengurangi kepadatan kendaraan pribadi menuju kawasan industri.
Faiz menjelaskan tahapan program dimulai melalui penyusunan kajian sepanjang 2026. Persiapan infrastruktur dan operasional akan berlangsung pada 2027 sebelum layanan dibuka pada 2028.
BACA JUGA: 74 Lapak di Jalan Pattimura Ditertibkan, Puluhan PKL Direlokasi ke Pasar Batang
BACA JUGA: Bangun Perumahan di Batang? Ada Aturan Pajak Baru yang Wajib Ditaati
Pemkab Batang juga merencanakan pembangunan akses dari Terminal Gringsing menuju KITB atau KEK Industropolis Batang. Jalur tersebut diproyeksikan mempercepat mobilitas pekerja sekaligus mendukung distribusi logistik.
Sementara itu, Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bapperida Kabupaten Batang, Nona Yulistya Suyono, mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah beberapa kali berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
Tim Bappeda Provinsi bahkan telah melakukan survei lapangan. Survei itu dilakukan untuk menentukan titik halte yang akan dilalui Trans Jateng.