KEBUMEN, diswayjateng.id – Warga mengeluhkan kondisi Jembatan Sirnoboyo di Kecamatan Bonorowo, Kabupaten Kebumen, yang kini semakin memprihatinkan. Jembatan sepanjang 46 meter dengan lebar 3 meter yang membentang di atas Sungai Gentan itu merupakan akses utama masyarakat Kecamatan Bonorowo dan Mirit untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga menuju fasilitas kesehatan.
Kerusakan jembatan diduga dipicu meningkatnya debit air Sungai Gentan yang membawa tumpukan sampah. Kondisi tersebut menyebabkan pondasi jembatan mengalami pergeseran sehingga badan jembatan melengkung dan sambungannya mengalami kerusakan.
Salah seorang warga, Sulis Purnowiyanti, mengaku hampir setiap hari melintasi jembatan tersebut untuk menuju pasar maupun ke Prembun.
"Hampir setiap hari saya lewat jembatan itu kalau mau ke pasar atau ke Prembun. Jalur utamanya memang lewat situ. Kalau lewat sering khawatir karena kalau lihat ke bawah jembatannya seperti miring dan terasa seperti mau patah. Apalagi saat musim hujan, air sungainya besar, takut jembatannya putus dan membahayakan pengguna jalan," ujarnya, Senin (3/8/2026).
BACA JUGA: Dari Gethek ke Jembatan Permanen, Kisah Bangkitnya Warga Tambaksari Semarang Pasca Banjir Bandang
Menurut Sulis, kerusakan jembatan sudah berlangsung cukup lama, namun hingga kini belum ada perbaikan yang signifikan.
"Harapannya segera diperbaiki supaya lebih aman dan tidak membuat masyarakat khawatir. Kalau bisa juga diperlebar agar kendaraan roda empat dapat berpapasan dengan lebih aman, tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sirnoboyo, Sudirman, mengatakan pemerintah desa telah berulang kali mengusulkan perbaikan jembatan kepada pihak terkait.
"Kami sudah berusaha maksimal mengusulkan perbaikan jembatan tersebut. Kondisinya sudah berkali-kali kami laporkan. Saat ini juga sudah dipasang rambu-rambu peringatan bahwa jembatan dalam kondisi rusak dan hanya boleh dilalui kendaraan roda dua agar kerusakannya tidak semakin parah," katanya.
BACA JUGA: Pria Terjatuh dari Flyover Tanjung Emas Semarang, Motor Masih Tertinggal di Atas Jembatan
BACA JUGA: Jembatan Garuda Sungai Sidandang Kebumen Beroperasi, Warga Tak Lagi Takut Jatuh
Sudirman menjelaskan, kerusakan terjadi akibat penurunan pondasi yang menyebabkan badan jembatan melengkung dan sambungan jembatan mengalami patahan.
"Ada bagian pondasi yang sudah turun cukup banyak, sementara bagian lainnya masih stabil. Kondisi ini membuat badan jembatan melengkung dan sangat mengkhawatirkan,"* jelasnya.
Ia menyebut kerusakan mulai terjadi sekitar tahun 2021. Saat dirinya baru menjabat sebagai kepala desa, jembatan tersebut sudah mulai ada pergeseran. Kondisinya semakin memburuk sejak tahun 2025 hingga saat ini.
Pemerintah desa berharap segera ada penanganan dari Pemerintah Kabupaten Kebumen, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, maupun pemerintah pusat.
Pasalnya, Jembatan Sirnoboyo merupakan urat nadi transportasi yang menghubungkan Kecamatan Bonorowo dan Kecamatan Mirit, sekaligus menjadi jalur penting bagi aktivitas perekonomian masyarakat di sejumlah desa.