Menurut Presiden, persoalan sampah menyangkut kehormatan bangsa. Indonesia tidak boleh dikenal sebagai negara yang kotor.
Ia meminta semua daerah menjaga kebersihan. Sungai dan pantai harus bebas sampah.
Pemerintah juga menyiapkan insentif bagi daerah terbaik. Kota terbersih akan memperoleh tambahan anggaran.
Dana itu diharapkan memperkuat pengelolaan sampah. Daerah dapat membeli armada dan alat berat.
Jika ditarik sejak awal pidato, Prabowo sedikitnya empat kali membawa nama polisi dan jaksa. Penyebutan itu muncul dalam konteks yang berbeda.
Momen pertama terjadi saat Presiden mengulang sapaan kepada Jaksa Agung dan Kapolri. Ia berkelakar keduanya selalu duduk berdekatan.
Momen kedua muncul menjelang penutupan pidato. Prabowo mengatakan, "Jaksa Agung, Kapolri duduk baik."
Momen ketiga menyasar aparat daerah. Presiden menyebut, "Kapolda sama Kajari juga rukun."
Momen keempat menjadi penutup yang paling serius. Prabowo memerintahkan pembentukan tim gabungan Polri dan Kejaksaan.
Keempat momen itu memperlihatkan pola komunikasi Presiden. Humor digunakan untuk mencairkan suasana.
Setelah perhatian audiens terbangun, Prabowo menyampaikan arahan. Pesannya berujung pada kolaborasi lintas lembaga.
Bagi Presiden, kebersihan bukan sekadar urusan sampah. Kebersihan juga mencerminkan martabat Indonesia.