Guyon Presiden Prabowo, 4 Kali Singgung Jaksa - Polisi Saat Pidato di Batang

Kamis 30-07-2026,18:40 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Adi Mulyadi

Prabowo lalu mengatakan pidato tidak harus selalu tegang. Seorang presiden juga boleh bercanda.

Namun suasana segera berubah. Presiden mulai membahas program Indonesia Asri.

Program itu menjadi gerakan nasional menjaga kebersihan. Seluruh daerah diminta ikut bergerak.

Dalam bagian inilah penyebutan polisi dan jaksa berubah makna. Candaan bergeser menjadi arahan pemerintahan.

Prabowo meminta seluruh kepala daerah memimpin gerakan kebersihan. Instruksi itu berlaku hingga tingkat kecamatan dan desa.

Ia juga melibatkan unsur TNI dan Polri. Menurutnya, kebersihan menjadi tanggung jawab bersama.

Presiden meminta para pemimpin tidak hanya bekerja di balik meja. Mereka harus melihat kondisi lapangan setiap hari.

"Kapolda yang hebat, Kapolres yang hebat, Kapolsek yang hebat. Mereka harus tiap hari mengecek sungai dan kali," tegas Prabowo.

Ia meminta para pemimpin rutin berkeliling. Sungai, saluran air, dan permukiman harus diperiksa.

Prabowo menilai lingkungan bersih mencerminkan kualitas pemerintahan. Karena itu, pengawasan tidak boleh berhenti.

Presiden juga meminta warga diingatkan menjaga kebersihan. Teguran harus diberikan secara bertahap.

Rumah yang kotor diminta dibersihkan. Pertokoan juga harus menjaga lingkungan sekitar.

Jika teguran diabaikan, pemerintah menyiapkan langkah berikutnya. Di sinilah Prabowo kembali menyebut polisi dan jaksa.

"Tim gabungan Kejaksaan sama Polri gabung. Jangan hari ini Polisi, besok Jaksa. Ini saya serius," ujarnya.

Kalimat itu menjadi penyebutan keempat. Nada bercanda berubah menjadi instruksi resmi.

Prabowo menginginkan koordinasi antarlembaga berjalan serentak. Penanganan sampah tidak boleh dilakukan sendiri-sendiri.

Kategori :