Aksi Vandalisme digagalkan di Manahan, 22 Remaja diamankan Polisi
Polresta Solo berhasil menggagalkan aksi vandalisme puluhan remaja di pintu gerbang belakang salah satu SMK di kawasan Manahan.-Istimewa-
SOLO, diswayjateng.id – Polresta Solo bersama Polsek Laweyan berhasil menggagalkan aksi vandalisme yang dilakukan puluhan remaja di pintu gerbang belakang salah satu SMK di kawasan Manahan, Jumat 31 Juli 2026, tengah malam.
Sebanyak 22 remaja diamankan dalam operasi tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, mereka mengaku sebagai alumni sekolah yang berniat membuat kejutan dengan melakukan aksi coret-coret di area gerbang sekolah.
Kasihumas Polresta Solo AKP Lingga Ramadhani mengatakan informasi pertama diterima dari warga yang melihat aktivitas mencurigakan sekelompok remaja membawa cat semprot di sekitar lokasi.
"Begitu laporan masuk melalui Call Center 110, personel piket Samapta, Tim Sparta, piket fungsi, dan Polsek Laweyan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan," ujarnya.
Saat tiba di lokasi, petugas mendapati aksi vandalisme sedang berlangsung. Tanpa menunggu lama, seluruh remaja yang berada di lokasi langsung diamankan untuk mencegah kerusakan yang lebih luas.
BACA JUGA:Respon Cepat Call Center 110 dari Warga, Polsek Slawi Amankan Pelaku Jambret di Kawasan Alun-alun
BACA JUGA:Polres Tegal Gagalkan Aktivitas Balap Liar, Respon Cepat Call Center 110
Dalam pemeriksaan, para remaja mengaku kegiatan tersebut dilakukan untuk merayakan ulang tahun sekaligus memberikan kejutan kepada sekolah. Namun, aksi itu dilakukan tanpa izin dari pihak sekolah maupun guru.
Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita tiga boks berisi 18 kaleng cat semprot (pilox) yang diduga digunakan untuk mencoret fasilitas sekolah. Sebanyak 14 sepeda motor yang digunakan menuju lokasi turut diamankan sebagai barang bukti.
Selanjutnya, seluruh remaja dibawa ke Mapolresta Surakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan perkara kini dilakukan oleh Satreskrim Polresta Surakarta sesuai prosedur hukum yang berlaku.
AKP Lingga menegaskan, keberhasilan menggagalkan aksi tersebut tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang segera melaporkan kejadian kepada kepolisian.
"Kami mengapresiasi masyarakat yang tidak ragu melapor. Kolaborasi seperti inilah yang sangat membantu kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Surakarta," katanya.
Pelapor bernama Abi juga mengaku puas dengan kecepatan respons petugas. Menurutnya, polisi tiba di lokasi hanya dalam hitungan menit setelah laporan dikirimkan sehingga aksi vandalisme dapat dihentikan sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.
"Pelayanannya sangat cepat. Ini membuat masyarakat semakin yakin untuk memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila melihat potensi gangguan kamtibmas," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





