Pesan Ayah Ubah Jalan Hidup Riza Ghiyats, Anak Muda asal Tegal
Riza Ghiyats, Pendiri Yayasan Ghiyats Mulia Foundation-ist-
TEGAL, diswayjateng.id - Sebuah pesan sederhana dari almarhum H. A. Ghautsun bin KH Abukhaer Nasori mengubah arah hidup putranya, Riza Ghiyats Fakhri.
Amanah agar hidup memberi manfaat bagi masyarakat itu kemudian melahirkan Ghiyats Mulia Foundation, sekaligus menjadi ikhtiar melanjutkan jejak pengabdian keluarga di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).
Pesan tersebut tidak berhenti sebagai nasihat yang dikenang dalam keluarga.
Riza memilih menerjemahkannya menjadi langkah nyata melalui yayasan yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan. Yayasan itu resmi berdiri pada 23 April 2026 sebagai wadah untuk memperluas manfaat bagi masyarakat.
BACA JUGA: Bupati Ischak Ajak Koperasi di Kabupaten Tegal Bertransformasi Menjadi Penggerak Ekonomi Daerah
"Yayasan Ghiyats Mulia Foundation resmi kami dirikan pada 23 April 2026. Saya berharap yayasan ini menjadi media berbagi manfaat kepada masyarakat sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial sesuai ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah," ujar Founder Ghiyats Mulia Foundation, Riza Ghiyats Fakhri, dalam rilis yang diterima, Sabtu 1 Agustus 2026.
Bagi Riza, mendirikan yayasan bukan sekadar membentuk organisasi baru. Ada amanah keluarga yang ingin dijaga.
Ia ingin nilai yang diwariskan almarhum ayahnya terus hidup melalui kerja-kerja sosial yang memberi dampak nyata.
Riza menuturkan, almarhum H. A. Ghautsun bin KH Abukhaer Nasori selalu mengajarkan bahwa keberhasilan hidup tidak hanya diukur dari harta, jabatan, ataupun popularitas. Menurutnya, ukuran keberhasilan sesungguhnya adalah seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.
BACA JUGA: DLH Kabupaten Tegal Gerak Cepat Atasi Longsoran Gunungan Sampah TPAS Penujah
BACA JUGA: Sinergi Forkopimda Kabupaten Tegal Siapkan Pilkades Serentak 2027 yang Aman
Nilai itu kemudian menjadi fondasi lahirnya Ghiyats Mulia Foundation. Yayasan tersebut juga menjadi bentuk ikhtiar meneruskan perjuangan almarhum yang selama hidup aktif mengabdi di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Di tengah derasnya arus digital, Riza menilai semangat pengabdian tetap relevan bagi generasi muda. Ia percaya, anak muda tidak hanya dituntut sukses secara pribadi, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





