Langkah tersebut diyakini mampu mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Batang.
Sinergi dinilai menjadi kunci keberhasilan program.
Kegiatan sosial itu dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang Joko Prasetijo.
Hadir pula Sekretaris Kecamatan Bandar Aji Setiawan mewakili Camat Bandar Riski Bayu Aji.
Turut hadir Kepala Desa Tombo Mustajab. Seluruh jajaran penyuluh KB Kabupaten Batang juga mengikuti kegiatan tersebut. Keluarga penerima manfaat hadir sejak pagi.
Sebelum menerima bantuan, keluarga sasaran memperoleh penyuluhan terlebih dahulu. Materinya berkaitan dengan ketahanan keluarga dan Program Keluarga Berencana. Penyuluhan dipandu para penyuluh KB.
Edukasi tersebut menekankan pentingnya pemenuhan gizi sejak awal kehidupan anak.
Orang tua juga diberikan pemahaman mengenai pola pengasuhan yang tepat. Perencanaan keluarga turut menjadi materi utama.
Penyuluh mengingatkan bahwa stunting tidak hanya dipengaruhi faktor ekonomi. Pola makan, sanitasi, hingga pengetahuan keluarga turut menentukan tumbuh kembang anak.
Usai penyuluhan, rombongan bergerak menuju Desa Tombo.
Kepala Desa Tombo, Mustajab, menyampaikan apresiasi atas kepedulian DPC IPeKB Kabupaten Batang.
Menurutnya, pemilihan Desa Tombo sebagai lokasi bakti sosial menjadi perhatian nyata bagi keluarga yang membutuhkan.
Ia mengatakan bantuan tersebut tidak hanya bernilai secara materi. Kehadiran para penyuluh KB juga memberikan semangat kepada keluarga penerima. Edukasi yang diberikan dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Camat Bandar Riski Bayu Aji melalui Sekretaris Kecamatan Bandar, Aji Setiawan menyebut, penanganan stunting memerlukan kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Ia menilai organisasi profesi memiliki kontribusi penting mendukung program pemerintah.
Kehadiran penyuluh KB menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat di lapangan.