10 Tahun Terisolir Rob, Warga Bogorame Kini Menanti Jembatan Baru
Pembangunan Jembatan Barijah di Dukuh Bogorame, Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Demak, mulai dikerjakan setelah bertahun-tahun menjadi akses vital warga.-Foto: Samsul-
DEMAK, diswayjateng.id – Hampir satu dekade atau 10 tahun warga Dukuh Bogorame, Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, tersilorir rob yang melanda wilayahnya. Sehingga mereka harus beradaptasi dengan abrasi dan banjir rob yang kerap menghambat aktivitas sehari-hari.
Kini, harapan baru mulai terbuka. Jembatan Barijah yang menjadi akses penting bagi warga akhirnya mulai dibangun setelah sebelumnya sempat gagal lelang pada Tahun Anggaran 2025.
Jembatan yang selama ini dikenal warga sebagai Jembatan Miring tersebut melintasi Sungai Barijah. Kondisinya yang sempit dan miring membuat kendaraan roda empat tidak bisa melintas.
Persoalan semakin berat ketika rob datang. Air menggenangi akses menuju wilayah tersebut sehingga warga harus menggunakan perahu untuk keluar maupun masuk Dukuh Bogorame.
BACA JUGA:Kebakaran Lahap 1 Hektar TPA Landoh Rembang, Pemadaman Berlangsung Enam Jam
BACA JUGA:Drone Thermal Petakan Bara Api Tersembunyi di TPA Jatibarang Semarang, 24 Armada Dikerahkan
“Alhamdulillah akhirnya dibangun. Sepuluh tahun kami lewat jembatan miring, kalau rob tinggi harus mutar pakai perahu,” ungkap Asis, salah seorang warga Dukuh Bogorame, Sabtu (3/10/2026).
Menurut warga tersebut, keberadaan jembatan baru sangat dinantikan karena tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat, tetapi juga aktivitas ekonomi dan pendidikan.
“Kalau jembatan beton ini jadi, motor bisa lewat, hasil tambak dan material bangunan bisa langsung dibawa, anak sekolah tidak perlu basah-basahan lagi,” lanjutnya.
Pembangunan jembatan tersebut sebelumnya mengalami kendala. Pada TA 2025, Pemerintah Kabupaten Demak telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,5 miliar. Namun, proses lelang tidak menghasilkan rekanan yang mengajukan penawaran.
BACA JUGA:Brigjen Roy Hardi Siahaan Jadi Kapolda Jateng, Pernah Jadi Kasat Reskrim Polrestabes Semarang
BACA JUGA:84 Pelajar Ikuti Table Tennis Championship Piala Wakil Wali Kota Pekalongan 2026
Kondisi tanah alluvium yang lunak serta karakteristik rob ekstrem di Sungai Barijah menjadi salah satu pertimbangan teknis dalam pelaksanaan proyek.
Anggaran kemudian dirasionalisasi pada TA 2026 menjadi sekitar Rp3,5 miliar. Lelang kembali dilakukan dan akhirnya berhasil mendapatkan rekanan yang dinyatakan sebagai pemenang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



