Giliran Krandon! DPRD Kota Tegal Minta Penanganan Banjir Jangan Cuma Fokus di Muarareja

Giliran Krandon! DPRD Kota Tegal Minta Penanganan Banjir Jangan Cuma Fokus di Muarareja

PENYERAHAN DOKUMEN - Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan Ardy Arafiq menyerahkan dokumen Pandangan Akhir Fraksi dalam Rapat Paripurna DPRD.--

TEGAL, diswayjateng.id — Setelah menggelontorkan anggaran besar untuk mengatasi banjir rob di Kelurahan Muarareja, Tegal Barat, DPRD Kota Tegal kini mendesak Pemkot Tegal untuk memberikan perhatian yang sama ke wilayah lain. Sorotan utama diarahkan ke Kelurahan Krandon, Kecamatan Margadana, yang selama ini menjadi langganan banjir rutin setiap musim penghujan.

Desakan tersebut disuarakan oleh Juru Bicara Fraksi PDIP DPRD Kota Tegal, Ardy Arafiq, dalam Rapat Paripurna Penetapan Raperda Perubahan APBD 2026 di Gedung Parlemen, Jalan Pemuda.

Ardy menegaskan bahwa Kelurahan Krandon seolah mendapat "giliran permanen" terendam banjir setiap tahunnya. Kondisi ini dinilai sudah mendesak dan harus disikapi dengan kebijakan anggaran yang sepadan dengan Muarareja.

Perhatian terhadap Krandon sebenarnya bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Sekda Kota Tegal bahkan sudah turun langsung mengecek kondisi wilayah tersebut melalui kegiatan River Clean.

BACA JUGA:Tergelincir Saat Nyalip Truk, Warga Sidorejo Lor Salatiga Tewas di Tempat

BACA JUGA:Kebakaran Lahap 1 Hektar TPA Landoh Rembang, Pemadaman Berlangsung Enam Jam

Soroti Keterlambatan Proyek dan PAD

Selain masalah banjir, Fraksi PDIP juga menyampaikan dua catatan penting bagi kinerja eksekutif:

  • Percepat Proyek Fisik: OPD terkait diminta segera merampungkan sisa pekerjaan dari APBD Murni 2026 agar tidak terjadi keterlambatan di akhir tahun, khususnya untuk proyek-proyek beranggaran besar.

  • Optimalisasi PAD: Dewan menyoroti Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tegal yang dinilai belum optimal. Sejumlah OPD penghasil pendapatan dinilai kerap gagal mencapai target yang telah ditetapkan.

Menurut Fraksi PDIP, peningkatan PAD adalah kunci utama untuk mendanai berbagai program pembangunan, termasuk penanganan banjir yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Di akhir pandangannya, dewan berharap seluruh rekomendasi dari Banggar, komisi, dan fraksi-fraksi dapat ditindaklanjuti demi kemajuan Kota Tegal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait