Bukan berubah menjadi beban karena salah perhitungan.
Pendekatan itu juga menjaga kualitas kredit tetap sehat.
Karena itu, edukasi kepada calon debitur selalu menjadi bagian penting dalam proses pembiayaan.
Di sisi lain, pengembang perumahan juga melihat perubahan perilaku konsumen.
Admin Sempu Residence, Elsa Nurhaliza, mengatakan calon pembeli kini lebih banyak datang dengan perencanaan matang.
Mereka telah mengetahui kisaran cicilan sebelum memilih tipe rumah.
Sebagian besar bahkan sudah mempersiapkan dokumen lebih dahulu.
Hal tersebut mempercepat proses pengajuan KPR.
Kondisi serupa dirasakan Perumahan Mutiara Batang.
Kepala Marketing Mutiara Batang, Aryo, mengatakan berbagai promo memang memudahkan masyarakat memiliki rumah.
Namun, syarat utama tetap kemampuan memenuhi ketentuan perbankan.
Riwayat kredit yang baik menjadi salah satu faktor penting.
Karena itu, masyarakat diminta menjaga rekam jejak keuangan sejak mulai bekerja.
Perubahan pola pikir tersebut menunjukkan meningkatnya literasi keuangan masyarakat Batang.
Rumah tidak lagi dipandang sebagai simbol status semata.
Rumah mulai diperlakukan sebagai investasi keluarga.