Setelah membandingkan beberapa lokasi, ia memilih Sempu Residence.
Keputusan itu bukan didasarkan harga termurah.
Melainkan kemampuan membayar cicilan dalam jangka panjang.
Sodiq memilih tenor kredit selama 15 tahun.
Besaran cicilan sekitar Rp1,268 juta setiap bulan dinilai masih aman.
Menurutnya, membeli rumah harus tetap menyisakan ruang bagi kebutuhan keluarga lainnya.
Ia tidak ingin cicilan justru menjadi beban berkepanjangan.
Baginya, rumah merupakan investasi masa depan yang harus direncanakan sejak awal.
"Kalau dihitung mampu, silakan ambil. Jangan hanya ikut-ikutan," ujarnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan prinsip penyaluran pembiayaan BRI.
Pimpinan BRI Cabang Batang Marafong Enrico William didampingi Consumer Business Manager, Arie Budi Prasetyo, mengatakan setiap pengajuan KPR tidak hanya dinilai dari besarnya penghasilan.
Bank juga melihat karakter calon debitur.
Kemampuan membayar menjadi perhatian utama.
Selain itu, riwayat kredit melalui SLIK turut diperiksa sebelum pembiayaan disetujui.
Menurut Arie, prinsip tersebut diterapkan agar nasabah tetap mampu memenuhi kewajiban hingga kredit berakhir.
BRI ingin setiap rumah yang dibiayai menjadi aset keluarga.