UMKM Enggan Daftarkan Perlindungan Kesehatan Pekerjanya, Capaian UCJ Kudus Rendah

Senin 30-03-2026,17:02 WIB
Reporter : Arief Pramono
Editor : Wawan Setiawan

KUDUS, diswayjateng.com- Jumlah pekerja di Kabupaten Kudus yang menjadi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, baru tercatat 226 ribu dari 474 ribu pekerja.

Jumlah pekerja yang terkover perlindungan BPJS ini, masih berada dikisaran 46,54 persen hingga Maret 2026 ini. 

Merespon kondisi itu, BPJS Ketenagakerjaan Kudus melakukan perluasan perlindungan pekerja rentan di kabupaten setempat. Selain itu, melakukan pembaharuan regulasi percepatan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) hingga 53 persen.

"Saat ini, capaian UCJ Kudus masih berada di angka 46,54 persen atau sekitar 226 ribu peserta dari total potensi 474 ribu pekerja, " Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kudus, Dewi Mulya Sari. 

Paparan tu disampaikan Dewi saat forum group discussion (FGD) di Hotel @Hom Kudus. Kegiatan ini difokuskan pada strategi percepatan UCJ khususnya bagi pekerja rentan.

‎Dewi Mulya mengakui, perluasan cakupan UCJ masih menemui sejumlah kendala. Di antaranya rendahnya literasi masyarakat, keterbatasan regulasi, hingga skema pembiayaan yang belum optimal.

Dewi pun menyadari adanya efisiensi anggaran di pemerintah pusat. Kondisi itu tak dapat melakukan perluasan kepesertaan Jamsostek secara signifikan.

'Program jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi jaring pengaman nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok pekerja rentan, " terangnya. 

Karena itu, Dewi mengharapkan keleluasaan regulasi hingga dukungan anggaran dari lembaga filantropi, maupun pemerintah untuk perluasan Jamsostek.

"Kami mengharap pembaruan Perbup 39 Tahun 2021, karena ada regulasi yang prlu disesuaikan, termasuk penguatan kebijakan turunan yang relevan,” pinta Dewi. 
Forum group discussion strategi percepatan UCJ khususnya bagi pekerja rentan di Kudus. --

Selain itu, Dewi juga mendorong perluasan perlindungan bagi pekerja rentan. Termasuk sebagian pengurus masjid, marbot, dan guru masih belum terdaftar dalam kepesertaan Jamsostek.

"Lembaga filantropi dan keagamaan juga berpotensi mendukung program ini. Kami coba menjajak kerjasama dengan Baznas dan lembaga lain untuk perluasan," ucapnya.

Di sisi lain, Dewi menekankan penguatan literasi masyarakat melalui program Desa PERMATA (Perlindungan Masyarakat Sejahtera). Setiap desa didorong membentuk agen penggerak yang berperan dalam edukasi dan sosialisasi program Jamsostek.

"Dengan begitu, kami berharap pada 2028 nanti dapat memberi beasiswa bagi anak peserta yang meninggal dunia hingga kuliah," bebernya.

Sementara itu, Bupati Kudus Samani Intakoris mengakui belum ada rencana perluasan kepesertaan Jamsostek lantaran terbatas anggaran.

Kategori :