Wahana Jeep dan Kolam Renang Pijar Park Kudus Tak Terkover Asuransi, Ini Komentar Perhutani
Pengunjung yang menggunakan wahana jeep wisata perlu diasuransikan.--
KUDUS, diswayjateng.com - Fasilitas sejumlah wahana wisata yang beresiko besar terkait keselamatan pengunjung di Pijar Park KUDUS, mendapat sorotan dari Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pati.
Sebab pihak pengelola wana wisata Pijar Park itu, belum memberikan jaminan perlindungan asuransi kecelakaan. Yakni terhadap pengunjung yang menggunakan fasilitas kolam renang dan wahana jeep wisata.
Sorotan ini mengemuka, saat pihak Perum Perhutani KPH Pati melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kerja sama pengelolaan Wana Wisata Pijar Park.
Agenda monitoring dan evaluasi yang dilakukan Perum Perhutani KPH Pati sebagai upaya meningkatkan Keamanan dan kenyamanan pengunjung di Wana Wisata Pijar Park.
Kepala Seksi Utama Perum Perhutani Divre Jawa Tengah, Silvi meminta pihak manajemen Pijar Park memberikan jaminan perlindungan asuransi bagi pengunjung.
Silvi menyebut bahwa wahana yang berpotensi resiko besar perlu dikover asuransi di luar tiket masuk lokasi wisata.
"Seperti wahana jeep wisata dan kolam renang itu, antisipasinya seperti apa? itu perlu kita cermati sebagai bentuk pencegahan dan penangannya seperti apa jika terjadi kecelakaan yang menimpa pengunjung, " ujar Silvi.
Silvi juga menyarankan terhadap manajemen Pijar Park Kudus, untuk selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Kajar dan Forkompincam Dawe. Langkah itu untuk mendapatkan dukungan terkait keamanan dengan membentuk tim terpadu.
Agenda monitoring dan evaluasi terhadap wana wisata yang lokasinya berada di lahan milik Perum Perhutani, kata Silvi, dilakukan rutin untuk memastikan operasional berjalan sesuai aturan, aman dan efisien.
Menurut Silvi, monitoring dilakukan terhadap sarana dan prasarana, fasilitas, pelayanan, kebersihan dan pengaturan parkir. Selain itu, terhadap sarana pendukung lainnya di kawasan wisata Pijar Park.
Silvi menyebut bahwa monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian penting dari evaluasi keberhasilan program pengelolaan wana wisata.
Ia mengakui bahwa standar operasional prosedur pengelolaan wana wisata secara data memang sudah ada, termasuk standar minimal pelayanan seperti apa.
"Namun kami butuh eviden seperti apa terkait keamanan dan keselamatan, kesehatan pengunjung termasuk kelancaran dalam pengelolaan tiket masuk seperti apa, " bebernya seperti yang dikutip dari laman Perhutani.

Tim Perhutani Jateng dan Pati foto bersama usai monitoring di wana wisata Pijar Park Kudus. --
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:






