JEPARA, diswayjateng.id - Kabupaten Jepara terus menjaga furnitur dan ukir sebagai komoditas ekonomi, warisan budaya, identitas sekaligus sumber penghidupan bagi masyarakatnya.
Strategi yang dilakukan melalui Jepara International Furniture Buyer Weeks (JIFBW). Penyelenggaraan JIFBW tahun ini digelar di Gedung Wanita Jepara.
Agenda JIFBW ini memberi peluang agar industri furnitur Jepara terus berkembang. Selain itu, memperluas jejaring pasar serta memperkuat posisinya ditingkat nasional maupun global.
"Masa depan industri furnitur Jepara dibangun dari kekuatan tradisi yang terus diperbarui oleh kreativitas, inovasi desain dan kualitas produk sebagai upaya menjaga warisan budaya ini," ujar Wakil Bupati Jepara, Muhamad Ibnu Hajar.
Paparan itu diungkap Wabup Hajar, saat mengunjungi JIFBW yang diinisiasi Konsorsium Jepara Gerak dan asosiasi industri dan pelaku usaha furniture.
Jepara International Furniture Buyer Weeks tahun ini digelar di Gedung Wanita Jepara. --
JIFBW ini berlangsung sejak 8 Maret 2026 hingga 11 Maret 2026. Agendanya diikuti 45 peserta pameran baik yang di meeting point maupun yang di in house visit.
Wabup Hajar pun mendukung inisiatif Konsorsium Jepara Gerak, Pemprov Jawa Tengah, asosiasi industri dan para pelaku usaha yang terlibat dalam kegiatan itu.
"Kolaborasi ini menjadi kunci agar industri furnitur Jepara terus berkembang, memperluas jejaring pasar serta memperkuat posisinya ditingkat nasional maupun global," ujar Hajar pada Minggu (8/3/2026).
Hajar berharap semakin banyak pelaku usaha yang ikut menjadi peserta JIFBW pada tahun tahun mendatang.
“Saya harap JIFBW 2026 ini menjadi ruang pertemuan yang produktif antara pelaku industri dan para buyer,” pungkasnya.