Pikat Buyer Dunia Berwisata Industri di Bumi Kartini Jepara

Pikat Buyer Dunia Berwisata Industri di Bumi Kartini Jepara

Puluhan pengrajin furniture ikuti Pameran IFEX 2026 di Jakarta.--

JEPARA, diswayjateg.id- Publik dunia diharapkan melirik gelaran JEPARA International Furniture Buyer Weeks (JIFBW) tahun ini. Misi penting agenda ini agar daya jual produk furnitur JEPARA, terdongkrak di pasar nasional maupun internasional,

Agenda JIFBW 2016 ini dilaksanakan di Kabupaten Jepara selama tiga hari, yakni pada 8–11 Maret 2026. JIFBW juga diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata. 

Salah satunya dengan menggabungkan kunjungan industri furnitur di Jepara, dengan destinasi wisata unggulan seperti Karimunjawa.

"Tahun ini, JIFBW digelar dengan konsep hybrid exhibition, yakni memadukan pameran secara offline dan online, " ujar Bupati Jepara, Witiarso Utomo. 

Menurut Witaliarso, konsep JIFBW di Jepara memiliki perbedaan dengan pameran furnitur pada umumnya. Jika biasanya, pameran hanya menyediakan satu lokasi pertemuan antara buyer dan seller saja. 

Namun dalam penyelenggaran JIFBW 2016 ini, kata Witiarso, para pembeli justru diajak langsung mengunjungi workshop maupun pabrik furnitur yang ada di wilayah Bumi Kartini. 

“Yang membedakan, kegiatan ini lebih fokus pada kunjungan buyer ke workshop atau factory. Jadi tidak hanya satu meeting point, tetapi buyer akan diantar langsung ke pabrik. Ini hanya ada di Jepara yang bisa visit langsung ke factory,” terang Witiarso. 
Bupati Wiliarso memfasilitasi pengrajin furniture ikuti Pameran IFEX 2026 di Jakarta. --

Witiarso mengaku optimistis kondisi pasar furnitur tahun ini akan semakin membaik. Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas desain, agar produk furnitur Jepara mampu mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan pasar global.

“Kita terus meningkatkan desain, supaya bisa menangkap kebutuhan pasar. Ini menjadi tantangan agar produk Jepara bisa diterima baik di pasar lokal maupun internasional,” tambahnya.

Selama ini, Pemkab Jepara terus memberikan dukungan kepada pelaku industri furnitur. Termasuk memfasilitasi keikutsertaan dalam berbagai pameran. 

Bahkan dalam ajang Indonesia International Furniture Expo (IFEX) tahun ini, sekitar 20 pelaku usaha Jepara difasilitasi untuk mengikuti pameran.

Setelah IFEX, JIFBW akan menjadi ajang lanjutan untuk mempromosikan beragam produk furnitur. Selain itu, juga mengenalkan ekosistem industri mebel Jepara secara keseluruhan.

“Jepara memiliki banyak produk unggulan yang tersebar di desa-desa. Ini akan kita dorong menjadi bagian dari wisata,” katanya.

Dalam upaya memperkuat pasar global, beberapa perusahaan furnitur Jepara juga dijadwalkan mengikuti pameran di Dubai.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: