Ramp Check Angkutan Lebaran, Satlantas Polres Klaten Temukan Satu Bus Gunakan Lampu Strobo

Ramp Check Angkutan Lebaran, Satlantas Polres Klaten Temukan Satu Bus Gunakan Lampu Strobo

PEMERIKSAAN : Razia Armada dan pemeriksaan kesehatan pengemudi bus guna memastikan keselamatan penumpang oleh Satlantas Polres Klaten di Terminal Ir. Soekarno Klaten, Selasa 10 Maret 2026. Foto : Erna Yunus Basri--

KLATEN, diswayjateng.id - Satuan Lalu Lintas Polres Klaten menemukan satu bus angkutan lebaran menggunakan klakson tidak sesuai spesifikasi serta lampu strobo putih, Selasa 10 Maret 2026. 

Pemeriksaan dilakukan terhadap 48 armada bus dan 100 awak pengemudi yang dirazia dan menjalankan tes kesehatan di Terminal Ir. Soekarno Klaten. 

Temuan ini ditengah pemeriksaan kesehatan pengemudi dan ramp check kendaraan angkutan lebaran sebagai langkah antisipasi arus mudik Lebaran 2026. 

Dari temuan itu, petugas meminta pengemudi melepas perangkat tersebut karena berpotensi mengganggu pengguna jalan lainnya.

BACA JUGA: Update Praperadilan Penetapan Tersangka Bank Salatiga, Kuasa Hukum RAP Ancam Buka Laporan dari BPK

BACA JUGA: Tawuran Remaja Marak di Kudus, Polisi Kembali Meringkus 7 Pelaku Pembuat Onar

Razia Armada dan pemeriksaan kesehatan pengemudi bus yang melibatkan unsur kepolisian, pemerintah daerah, dan dinas terkait ini guna memastikan keselamatan penumpang dan kelayakan moda transportasi yang digunakan masyarakat. 

Pemeriksaan juga menyasar kelengkapan administrasi dan kondisi teknis kendaraan meliputi fungsi rem, lampu penerangan, wiper, klakson, kondisi ban, alat pemadam api ringan (APAR), pemecah kaca darurat, serta kotak P3K. 

Kasat Lantas Polres Klaten AKP Wendi Andranu, menegaskan bahwa kegiatan ini bagian dari komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat selama periode mudik.

“Kegiatan ramp check serta pemeriksaan kesehatan pengemudi sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran arus mudik 2026," kata AKP Wendi. 

BACA JUGA: Anggota Komisi III DPR RI Pertanyakan Mengapa Dirreskrimsus Polda Jateng 'Masuk Angin' Tangani Kasus Koperasi

BACA JUGA: Truk Trailer Tersangkut di Perlintasan Kaligawe, 10 Perjalanan KA di Semarang Tertunda Hingga 3 Jam

Ada pun tujuannya, agar masyarakat yang menggunakan moda transportasi umum dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman hingga sampai tujuan. 

Selain pemeriksaan kendaraan, kondisi kesehatan pengemudi tak luput dari pemeriksaan menyeluruh termasuk penyalahgunaan Natkotika. 

Cek kesehatan wajib dilakukan karena 
menjadi perhatian utama dan berpengaruh langsung terhadap keselamatan perjalanan.

Diakuinya, hasil pemeriksaan laboratorium memang membutuhkan waktu, namun jika ditemukan pelanggaran akan kami tindaklanjuti sesuai ketentuan.

BACA JUGA: Korwil SPPG Batang Akui Ada Keluhan Menu MBG bulan Ramadan, Sekitar 30 Persen Kasus

BACA JUGA: Wartawan Dilarang Meliput Kegiatan Gubernur di Setda Pekalongan

Rangkaian kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan pengemudi dan kernet bus berupa pendataan personal, pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah, serta tes urine guna memastikan kondisi fisik pengemudi dalam keadaan prima dan bebas dari penyalahgunaan zat berbahaya. 

Selain itu, petugas juga memberikan pendidikan masyarakat (dikmas) tentang tertib berlalu lintas kepada pengemudi dan kru angkutan umum agar selalu mengutamakan keselamatan sebelum memulai perjalanan.

Namun secara umum, diakuinya, kondisi armada bus yang diperiksa dalam keadaan laik jalan dan tidak ditemukan pelanggaran teknis yang membahayakan keselamatan penumpang.

Pihaknya mengimbau para pengemudi untuk selalu menjaga kondisi fisik dan mental selama bertugas, serta rutin melakukan pengecekan kendaraan sebelum perjalanan.





Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: