BATANG, diswayjateng.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Batang inspeksi mendadak (sidak) menyisir 15 pasar tradisional dan toko klontong sejak 2 Maret 2026 untuk memastikan keamanan pangan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Langkah pengawasan pangan jelang Lebaran ini menyasar Pasar Batang, Warungasem, Plelen, Pecalungan, Subah, Gorong, Beji, hingga Reban.
Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Batang, Nuridin, menegaskan bahwa perlindungan konsumen menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya aktivitas belanja masyarakat.
“Hari ini kita melaksanakan pemeriksaan rutin menjelang Hari Raya Idulfitri, tujuannya melindungi masyarakat dari bahan berbahaya dalam pangan,” ujarnya saat pengambilan sampel di Pasar Batang, Rabu 4 Maret 2026.
BACA JUGA: Tragedi 5 Warga Meninggal di Rel, Ketua DPRD Batang Ingatkan Bahaya Double Track
BACA JUGA: 23 Warga Batang Kerja di Timur Tengah, Bupati Minta Ikuti Arahan Kedutaan
Petugas laboratorium daerah mengambil sampel daging giling, agar-agar, mi basah, ikan kering, hingga frozen food yang banyak diburu warga saat Lebaran.
Hasilnya menunjukkan sebagian besar pasar dinyatakan aman, namun ditemukan sejumlah produk mengandung bahan tambahan pangan berbahaya.
Di Pasar Subah, cincau hitam dinyatakan positif mengandung formalin.
Di Pasar Gorong, petugas menemukan gendar positif boraks.
BACA JUGA: Musrenbang Anak Batang 2026, UNICEF Turun Tangan Dorong Anak Speak Up
BACA JUGA: Tuntaskan Masa Lalu, Bupati Batang Gelar Paket B dan C Gratis untuk Warga Dewasa
Pasar Beji kedapatan menjual agar-agar merah yang positif formalin.
Pasar Reban ditemukan bleng mengandung boraks serta kerupuk positif rhodamin B.