Polresta Solo Siagakan 1.000 Personel Amankan Mudik dan Hari Raya 2026
Kapolresta Solo, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, Solo Perkuat Sinergi Jelang Mudik 2026, Keamanan hingga Rest Area Disiapkan.-Istimewa-
SOLO, diswayjateng.com - Menghadapi arus mudik serta rangkaian hari besar keagamaan tahun 2026, Polresta Solo menggelar rapat koordinasi lintas sektoral bersama unsur Forkopimda, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan di Kota Solo.
Kapolresta Solo, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, menyatakan rakor tersebut bertujuan menyatukan langkah dan strategi pengamanan menjelang Lebaran, Hari Raya Nyepi pada 19 Maret, serta Paskah yang dimulai 29 Maret.
“Pengamanan kita kemas secara terpadu, tidak hanya fokus pada arus mudik Lebaran, tetapi juga perayaan Nyepi dan Paskah,” ujarnya.
Titik Strategis dan Rekayasa Lalu Lintas
Sebanyak hampir 1.000 personel gabungan akan diterjunkan dalam Operasi Ketupat Candi 2026 yang berlangsung 13–26 Maret.
Personel ditempatkan di sejumlah titik krusial, antara lain Pos Pelayanan di Benteng Vastenburg, Pos Terpadu di Terminal Tirtonadi, Pos Pengamanan di kawasan Faroka dan Jurug, serta Pos Pantau di Banyuanyar dan Tugu Mahkota.
Catur memprediksi lonjakan volume kendaraan mengingat Jawa Tengah menjadi tujuan utama pemudik sekaligus destinasi wisata.
Belajar dari kepadatan saat libur Natal dan Tahun Baru, pihaknya telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas guna mencegah kemacetan total.
“Kepadatan pasti ada, tapi kita pastikan tidak sampai terjadi stuck. Rekayasa jalur sudah kami siapkan,” tegasnya.
Selain fokus pada lalu lintas, Polresta juga memperkuat patroli kawasan permukiman. Warga yang hendak mudik diminta melapor kepada Ketua RT agar rumah kosong dapat dipantau bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Linmas setempat.
“Patroli kami berbasis data, sehingga pengawasan lebih efektif,” jelas Catur.
Terkait malam takbiran, kepolisian mengimbau agar takbir keliling tidak dilakukan di jalan protokol demi menghindari gangguan arus lalu lintas dan potensi kerawanan. Imbauan tersebut telah dikoordinasikan dengan MUI dan FKUB.
Sementara itu, Wali Kota Solo, Respati Achmad Ardianto, menegaskan rakor lintas sektor juga membahas stabilitas harga kebutuhan pokok dan kesiapan menghadapi potensi cuaca ekstrem.
“Keamanan, stabilitas harga, dan kesiapan infrastruktur menjadi prioritas. Termasuk antisipasi curah hujan tinggi dan angin kencang,” ujarnya.
Pemkot Solo juga membuka sejumlah fasilitas publik sebagai rest area alternatif bagi pemudik, mulai dari tempat ibadah hingga kantor kecamatan dan kelurahan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
