Tragedi 5 Warga Meninggal di Rel, Ketua DPRD Batang Ingatkan Bahaya Double Track

Tragedi 5 Warga Meninggal di Rel, Ketua DPRD Batang Ingatkan Bahaya Double Track

Ketua DPRD Kabupaten Batang Suudi-dok.pri-

BATANG, diswayjateng.com – Dalam dua minggu, 5 warga Batang meninggal tertemper kereta api. Tragedi itu memicu keprihatinan Ketua DPRD Kabupaten Batang, Suudi.

"Yang memprihatinkan tiga di antaranya masih pelajar," katanya, Rabu 4 Maret 2026.

Suudi menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.

Sebanyak 96 perjalanan kereta api melintas setiap hari di wilayah Pekalongan dan Batang, angka yang melonjak hingga lebih dari 100 perjalanan saat masa angkutan Lebaran.

BACA JUGA: Petugas Pengontrol Rel Tewas Tertemper Kereta di Kandeman Batang

BACA JUGA:Selfie di Rel Batang Berujung Maut, Tiga Pelajar Tertemper KA Argo Merbabu

"Tolong jangan bermain-main di sekitar perlintasan kereta api, apalagi di perlintasan tanpa penjaga. Para orangtua juga harus selalu mengawasi anak-anaknya,” tegasnya.

Menurutnya, dengan sistem double track di jalur Pantura, frekuensi dan kecepatan kereta api meningkat signifikan.

Dalam rentang sekitar 15 menit, kereta dapat melintas bergantian dari dua arah berbeda tanpa jeda panjang.

“Kalau sudah double track, lalu lintas makin padat dan kecepatan kereta juga semakin tinggi, terlebih kereta barang yang tidak berhenti di stasiun,” ujarnya.

BACA JUGA: Waspada Tragedi Ngada, Ketua DPRD Batang Minta Disdikbud dan Dinsos Peka Kondisi Siswa

BACA JUGA: Ketua DPRD Batang Tegaskan Dukungan Anggaran Relokasi Korban Longsor Pranten

Ia menekankan bahwa kereta barang yang melaju tanpa berhenti memiliki kecepatan tinggi sehingga risiko kecelakaan jauh lebih besar.

Suudi juga mengingatkan anak-anak muda agar tidak menjadikan rel sebagai lokasi ngabuburit, jogging setelah sahur, maupun tempat membuat konten media sosial.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait