PATI, diswayjateng.id - Kebakaran hebat melanda gedung SDN 03 Kutoharjo, Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. Akibatnya, kini ratusan siswa sekolah setempat tidak bisa melakukan aktifitas belajar mengajar.
Peristiwa itu terjadi saat kondisi lingkungan sekolah relatif sepi, karena aktivitas belajar mengajar telah usai. Api terlihat membesar dari salah satu bagian bangunan dan memicu kepanikan warga sekitar.
Lokasi sekolah yang berada tepat di depan Balai Desa Kutoharjo, di Jalan Raya Pati–Tayu Km 1, membuat kobaran api dengan cepat menjadi perhatian masyarakat.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut, segera melaporkan ke pihak berwenang. Tak lama berselang, petugas kepolisian dan pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk melakukan penanganan.
Aparat langsung bergerak cepat, setelah menerima laporan dari warga. Petugas mengamankan area dan membantu proses pemadaman di lokasi.
Aparat gabungan memadamkan kobaran api yang membakar bangunan SD Kutoarjo Pati--
Dua unit kendaraan pemadam kebakaran milik Pemkab Pati diterjunkan untuk menjinakkan si jago merah. Petugas berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar sekolah.
Setelah dilakukan upaya intensif, api akhirnya berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman serta terkendali.
Kapolresta Pati melalui Kapolsek Pati Kota, Iptu Heru Purnomo mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada korban luka maupun korban jiwa. Saat kejadian gedung dalam keadaan kosong,” ujar Heru pada Senin (3/3/2026).
Meski demikian, sejumlah ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan akibat terbakar.
Menurut Iptu Heru Purnomo, kerugian yang ditimbulkan bersifat materiil. Untuk sementara, pihaknya masih melakukan pendataan terkait kerusakan dan taksiran kerugian.
Tim juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran,” tegasnya.
Pihak kepolisian telah memasang garis pengaman di sekitar lokasi guna kepentingan penyelidikan.
Iptu Heru Purnomo menambahkan, olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan guna memastikan sumber api, apakah berasal dari korsleting listrik atau faktor lain.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan keluar,” katanya.