Buntut AS-Israel Serang Iran, Kantor Kementrian Haji dan Umroh Salatiga Sisir Data Jamaah di 6 Biro Perjalanan

Buntut AS-Israel Serang Iran, Kantor Kementrian Haji dan Umroh Salatiga Sisir Data Jamaah di 6 Biro Perjalanan

Kantor Kementrian Haji dan Umroh Kota Salatiga. Foto : Erna Yunus Basri--

SALATIGA, diswayjateng.com - Kementrian Agama RI Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Pusat Layanan Haji dan Umroh Kota Salatiga tengah menyisir enam Biro Perjalanan guna mencari tahu apakah ada jemaah asal Salatiga di Tanah Suci Mekkah

Penyisiran ini dilakukan, buntut dari kondisi Timur Tengah yang tengah memanas. Seperti diberitakan berbagai media, militer gabungan AS dan Israel melancarkan serangan di Teheran, Iran pada Sabtu 28 Februari 2026, kemarin. 

Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umroh Kota Salatiga Maria Ulfa saat ditemui di Kantornya mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyisiran terhadap jamaah yang masih atau mungkin menjalankan ibadah umroh di Tanah Suci Mekkah

"Kita masih melakukan proses penyisiran jamaah yang masih atau mungkin menjalankan ibadah umroh. 
Penyisiran terhadap PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) yang terdaftar resmi di Salatiga," kata Matia Ulfa. 

BACA JUGA: 13 Warga Desa Teguhan Jadi Korban Dugaan Penipuan Biro Umroh, Tujuh Orang Lapor ke Polres Grobogan

BACA JUGA: Kapolres Salatiga Gencar Patroli Malam, Amankan Miras Ditengah Tongkrongan Anak Muda di Jalur Rawan

Penyisiran terhadap jamaah Indonesia khusus berasal dari Kota Salatiga, ditegaskan dia, otomatis melalui biro perjalanan yang memberangkatkan. 

Sehingga, koordinasi dengan PPIU sebagai biro yang memiliki data awal menjadi acuan Kantor Kementrian Haji dan Umroh Kota Salatiga. 

"Biro atau PPUI ini otomatis yang punya jemaah, yang masih di sana atau tidak, berapa orangnya mereka pasti punya data itu," ungkapnya. 

Sementara, bagi calon jamaah yang akan menjakan Umroh atau Haji Plus, ditegaskan Ulfa, sesuai dengan himbauan dari Pemerintah agar menunda keberangkatan hingga waktu yang belum dapat dipastikan, 

"Bahwasanya untuk calon jemaah umroh yang akan berangkat dalam waktu dekat, agar menunda terlebih dahulu keberangkatan sampai waktu yang mungkin nanti dinyatakan kondisi aman," paparnya. 

BACA JUGA: Tiga Pekan Menjelang Lebaran, Disperinnaker Salatiga Pantau 6 Perusahaan. Ada Apa?

BACA JUGA: Perang Sarung di Tegalrejo Salatiga Terekam CCTV, Warga Sempat Dengar Suara Petasan Hingga Puluhan Motor

Terkait adanya kemungkinan jamaah Umroh asal Salatiga yang masih menjalankan ibadah, Ulfa mengimbau agar keluarga di tanah air terus memantau  kondisinya melalui biro atau PPUI terkait. 

Sementara, terkait agenda Haji usai Ramadan, Ulfa menambahkan, saat ini proses tetap berjalan. Persiapan pun 
 berjalan normal. 

"Persiapannya tetap berjalan, nanti kita berharap ke depan proses Haji ini tetap berjalan sesuai dengan jadwalnya dan tidak ada halangan yang berarti. Tentunya, kondisi semuanya nyaman dan aman untuk jemaah haji yang akan berangkat sama halnya yang menjadi anjuran dari pemerintah," impian. 

Jamaah Umroh Tertahan

Salah satu Pengelola PPUI atau Biro Perjalanan Umroh dan Haji Plus di Kota Salatiga, Madinah Iman Wisata Tingkir, Eko Junianto mengatakan, dari
Madinah Iman Wisata tidak ada lagi jamaah Umroh yang tertahan di tanah Suci. 

Penerbangan terakhir jemaah Umroh Madinah Iman Wisata Tingkir Salatiga 
menggunakan Garuda Indonesia pada hari Sabtu 28 Februari 2026 dan mendarat di Indonesia hari Minggu 1 Maret 2026, pukul 09.50 WIB. 

"Alhamdulillah jamaah kita yang di sana sudah tidak ada lagi, terakhir pulang itu pas hari Sabtu 28 Februari 2026 dan mendarat Minggu 1 Maret 2026 kemarin," terang Eko Junianto. 

BACA JUGA: Tahun 2026 DLH Salatiga Ditarget Rp3,4 Miliar, Retribusi Sampah Dua Bulan Berjalan Baru Capai Rp180 Juta

BACA JUGA: Dishub Salatiga Layangkan Surat ke Kemenhub RI Minta PO Bus AKAP Melanggar Izin Trayek Ditegur

Sebelumnya, sekitar 132 jamaah dari PPUI Madinah Iman Wisata Tingkir Salatiga menggunakan pesawat Garuda Indonesia berangkat tanggal  21 Februari 2026. 

Dan pada proses kembali ke tanah air diakui Eko Junianto sesuai jadwal. Meski pun di hari pemulangan jamaah Indonesia sempat terhambat karena militer gabungan AS dan Israel melancarkan serangan di Teheran, Iran pada Sabtu 28 Februari 2026.

Bahkan, Eko menyebutnya, untuk beberapa penerbangan update terakhir di lapangan banyak penerbangan dibatalkan atau cancel flight. Dan sampai batas waktu check in belum ada pemberitahuan dari Garuda Indonesia.

"Sempat terhambat, mengingat peperangan terjadi pada akhir pekan lalu memang kondisi di Bandara kemarin agak sedikit ramai, ada sedikit beberapa flight dan bagasi jamaah tidak diterima bagasinya.  Alhamdulillah untuk Garuda Indonesia yang mengangkut jamaah kita masih on schedule, check in diproses dan kemudian sampai boarding dan terbang ke Indonesia masih terfasilitasi dengan baik," terangnya. 


Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait