Gejolak Penolakan MBG Mencuat di Pati dan Kudus, Soroti Kualitas Menu dan SPPG Nakal
Sejumlah warga berunjuk rasa menyuarakan ketidakberesan MBG di Pati--
PATI, diswayjateng.com- Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak sesuai anggaran dari Pemerintah Pusat, memicu aksi protes warga di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Aksi protes itu mencuat di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati. Sejumlah warga berunjuk rasa di depan kawasan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tlogowungu 1.
Demonstran yang menyebut dari Aliansi Warga Tlogowungu Bersatu ini, menyoroti harga menu MBG yang ternyata tidak sesuai dengan standar harga yang ditentukan pemerintah.
Warga memprotes terhadap menu MBG yang beberapa hari ini didistribusikan kepada sejumlah sekolah. Dalam menu MBG itu meliputi jeruk, roti kering dan empat butir telur puyuh.
"Paket itu kalau dihitung memiliki harga kisaran Rp5.000. Padahal, menu MBG seharusnya berkisar Rp8.000," ujar Muhammad Ali Sobbri selalu korlap unjuk rasa.
Karena harganya dinilai janggal, Sobbri mewakili Aliansi Warga Tlogowungu Bersatu, mendesak pihak SPPG memberikan klarifikasi dan kejelasan terkait sisa uang tersebut.
Dari menu yang dibagikan ke anak-anak sebagai penerima manfaat MBG, kata Sobbri, disebutkan senilai Rp8.000. Namun dari penelusuran warga di lapangan langsung, ternyata harganya hanya Rp5.000 saja.
"Tuntutan kami yakni sisa uang yang Rp3.000 itu kemana,” tukas Sobbri saat berorasi di depan SPPG setempat.
Yang membuat miris, pihak demonstran juga mendapatkan informasi dari anak-anak penerima MBG bahwa ada jeruk yang sudah membusuk.
Meski hanya diikuti sejumlah warga, unjuk rasa tersebut sempat membuat heboh warga yang melintas. Mereka penasaran dan turut melihat Aksi unjuk rasa itu.
Aksi dimulai di depan GOR Tlogorejo Desa Tlogorejo Kecamatan Tlogowungu. Setelah puas beorasi, pengunjuk rasa pun berjalan menuju lokasi SPPG Tlogowungu .
Demonstran juga menyuarakan aspirasi mereka secara langsung kepada kepala SPPG setempat.
Merespon desakan pengunjuk rasa, Kepala SPPG Tlogowungu yang berada dinaunhan Yayasan Cahaya Erlangga Khatulistiwa 01, Viki Ardiyan Listiyanto akhirnya buka suara.
Viki menyebut bahwa menu MBG yang diberikan kepada para penerima manfaat di sekolah, diklaim pihak SPPG telah sesuai dengan regulasi yang ditentukan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
