Dari Balik Jeruji, Uluran Rutan Pekalongan Sentuh Dapur Keluarga WBP yang Kurang Mampu

Jumat 20-02-2026,14:05 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

PEKALONGAN, diswayjateng.com – Aroma beras baru dan mie instan dari paket sembako di halaman Rutan Kelas II A Pekalongan terasa seperti harapan kecil yang dibungkus kantung biru di tengah bulan suci Ramadan.

Sri Umboro datang lebih awal dengan kerudung abu-abu, menunggu namanya dipanggil dari daftar penerima bantuan Rutan Pekalongan.

“Saya dapat bantuan bakti sosial ini buat makan… lumayan buat ramadan,” katanya, Jumat 20 Februari 2026.

Adik kandungnya kini menjadi warga binaan, sementara suaminya seorang nelayan yang penghasilannya bergantung pada cuaca.

BACA JUGA: Fachry Elang Buka Jalan, Pertina Batang Bidik Dua Medali Emas Porprov 2026

BACA JUGA: Dinkes Batang Siap Razia Makanan Kadaluarsa Sepanjang Ramadan 2026

Di tangannya, satu paket sembako terasa seperti napas lega untuk dapur rumah yang hampir kosong.

“Saya senang sekali dan mengucapkan banyak-banyak terima kasih,” ucap Sri Umboro.

Ramadan tahun ini menjadi lebih ringan bagi 10 keluarga warga binaan dan warga sekitar yang menerima bantuan.

Kepala Rutan Kelas II A Pekalongan Nanang Adi S mengatakan bakti sosial ini bukan kegiatan seremonial musiman, melainkan agenda rutin setiap bulan.

BACA JUGA: Tabungan Wakil Ketua DPRD Batang Junaenah Hilang Rp 1,3 miliar di Bank Plat Merah

BACA JUGA: PSPM Ujungnegoro Juara Liga 1 Bhimasena Batang 2026, UMKM Ikut Panen

“Kegiatan bansos ini rutin kami laksanakan tiap bulan, menyasar keluarga warga binaan yang kurang mampu dan masyarakat sekitar yang benar-benar membutuhkan,” katanya.

Paket bantuan berisi beras dan perlengkapan dapur sederhana, namun bagi keluarga seperti Sri Umboro, itu berarti sahur dan buka puasa tanpa cemas.

Nanang menyebut penerima tidak dipilih sembarangan karena petugas melakukan survei langsung ke rumah-rumah calon penerima.

Kategori :