Banyak Sekolah di Warureja Tegal Diterjang Banjir, DPRD Berikan Solusi Ini

Banyak Sekolah di Warureja Tegal Diterjang Banjir, DPRD Berikan Solusi Ini

Anggota DPRD Kabupaten Tegal H. Bakhrun saat membahas soal banjir dengan Kepala SDN Sukareja 02, Sopwanudin, di halaman sekolah setempat, Selasa (17/2/2026).--

 

WARUREJA, diswayjateng– Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Warureja menyisakan luka mendalam, terutama bagi dunia pendidikan. Sejumlah sekolah terdampak, mulai dari lima Sekolah Dasar Negeri (SDN), beberapa taman kanak-kanak (TK), hingga kelompok bermain (KB). Salah satu yang kondisinya paling memprihatinkan adalah SDN Sukareja 02.

Anggota DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi PKS, H. Bakhrun, turun langsung meninjau sekolah tersebut. Ia mengaku sangat prihatin melihat kondisi bangunan dan lingkungan sekolah yang masih dipenuhi lumpur dan sampah, meski air sudah surut.

“Ini sangat memprihatinkan. Lumpur masuk sampai ke sudut-sudut ruang kelas, ruang guru, bahkan musholah. Perlengkapan ibadah banyak yang terendam karena banjir datang begitu cepat,” kata Bakhrun, saat berkunjung ke SDN Sukareja 02, Selasa (17/2/2026).

BACA JUGA:Banjir Lumpuhkan SMPN 2 Suradadi Tegal, DPRD Sarankan Relokasi

BACA JUGA:Dinas Pendidikan Kabupaten Tegal Catat 11 Sekolah Terimbas Banjir Pantura

Karpet musala, sajadah, sarung, mukena, hingga Al-Qur’an tak sempat diamankan. Semuanya basah terendam. Bau lumpur masih tercium kuat, sementara sisa genangan meninggalkan lapisan tanah setebal sekitar lima sentimeter di berbagai sudut sekolah.

Banjir yang terjadi pada Minggu (15/2/2026) malam hingga Senin (16/2/2026) ini disebut-sebut sebagai yang terparah dalam lima tahun terakhir. Ketinggian air di halaman sekolah hampir mencapai satu meter, sementara di dalam kelas lebih dari 20 sentimeter. 

Ratusan rumah warga di sekitar sekolah juga ikut terendam, dengan ketinggian air bahkan mencapai 1,5 meter.

Menurut Bakhrun, banjir diduga akibat luapan Sungai Pengasinan di sisi barat dan Sungai Rambut di sisi timur sekolah. Ditambah lagi, drainase di depan sekolah dalam kondisi rusak dan tidak lancar. Posisi sekolah yang lebih rendah dari saluran drainase memperparah kondisi saat air meluap.

BACA JUGA:Banjir Desa Plumbungan, Tagana Dinsos Tegal Inisiasi Dirikan Dapur Umum Mandiri

BACA JUGA:Banjir di Kelurahan Krandon Tegal, 150 Warga Terdampak Terima Paket Sembako

“Solusinya, drainase ini harus segera diperbaiki. Saya sarankan diganti dengan saluran U-ditch agar bisa dikontrol ketika tersumbat. Jangan sampai ini menjadi langganan dan membahayakan siswa,” tegasnya.

Ia juga meminta dinas terkait segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan drainase serta melakukan normalisasi sungai dari hulu hingga hilir. Apalagi, SDN Sukareja 02 diapit beberapa aliran sungai, termasuk satu sungai di sisi timur sekolah, sehingga rawan terdampak saat debit air meningkat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait