“Saya di rumah, HP ada di meja, tapi muncul tulisan akun digunakan di perangkat lain,” ujarnya.
Ia mencoba masuk berulang kali, namun akses tetap gagal.
Pada Senin pagi, Junaenah mendatangi kembali kantor bank untuk meminta rekening koran. Ia menjelaskan bahwa saldonya sekitar Rp 1,3 miliar.
Petugas customer service tersebut mengecek sistem dan mendapati saldo rekening Junaenah telah habis.
“Uang Ibu tinggal Rp 100 ribu,” kata Junaenah menirukan ucapan petugas.
Menurut penjelasan bank, terdapat banyak transaksi transfer keluar dengan total hampir Rp1,3 miliar ke berbagai rekening, termasuk bank lain.
Junaenah mengaku sangat terpukul karena dana tersebut merupakan uang modal usaha dan uang orang banyak untuk pembelian gabah.
“Saya daftar m-banking di kantor, dibantu CS sepenuhnya, tapi uang saya malah hilang,” tegasnya.
Pihak bank meminta Junaenah menunggu proses investigasi dari pusat. Hingga kini, ia mengaku belum mendapatkan kejelasan terkait pengembalian dana.
Ia pun beberapa kali berusaha menemui pimpinan bank tapi selalu tidak ditemui.
"Padahal saya masuk nasabah prioritas lho. Bagaimana kalau nasabah yang lain?"tuturny jengkel.
Di sisi lain, Manajemen bank plat merah Cabang Batang saat coba dikonfirmasi menjelaskan bahwa yang bisa menjawab perkara ini adalah jajaran pusat. Pihaknya tidak berwenang untuk memberi keterangan pada media.