Ketua DPRD Batang Tegaskan Dukungan Anggaran Relokasi Korban Longsor Pranten
Ketua DPRD Kabupaten Batang, Suudi (kanan) menyerahkan bantuan pada Kepala Dinsos Wilopo, Kamis 22 Januari 2026.-ist-
BATANG, diswayjateng.id - Ketua DPRD Kabupaten Batang, Suudi, menegaskan komitmen lembaganya untuk mendukung penuh rencana relokasi warga terdampak longsor di Desa Pranten, Kecamatan Bawang.
Ia mengatakan hal itu sebagai bagian dari tanggung jawab negara dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Suudi menyusul bencana longsor yang melanda Desa Pranten akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hingga sore pada Jumat 23 Januari 2026.
“Ya, kami mendukung penuh rencana relokasi berkaitan dengan warga yang terkena dampak bencana. Intinya, Pemerintah Kabupaten Batang harus mampu menciptakan suasana aman bagi warganya,” tegas Suudi di kantornya, Kamis 29 Januari 2026.
BACA JUGA: Banjir Sawah Batang Picu Gagal Panen, 139 Hektare Dinyatakan Puso
BACA JUGA: Pesta Siaga 2026, Wabup Batang: Pramuka Siaga Benteng Anak Hadapi Media Sosial
Dukungan DPRD tidak hanya bersifat moral, tetapi juga menyentuh aspek krusial dalam penanganan pascabencana, yakni penganggaran.
“Dari sisi penganggaran, DPRD siap men-support,” lanjutnya.
Menurut Suudi, relokasi menjadi langkah realistis dan berkelanjutan mengingat lokasi terdampak memiliki potensi longsor susulan yang dapat membahayakan keselamatan warga jika tetap dihuni.
Bencana longsor tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, ketika tebing tanah di kawasan permukiman warga runtuh dan menimbun rumah-rumah penduduk serta memutus akses jalan antardukuh.
BACA JUGA: Jaga Alam, Desa Tombo Batang Resmi Sahkan Perdes Pelestarian Lingkungan Hidup
BACA JUGA: Musrenbang Kandeman Batang, Relokasi Puskesmas hingga Normalisasi Kalisono Jadi Prioritas 2027
Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Batang mencatat, dua rumah warga rata dengan tanah, sementara sedikitnya 12 rumah lainnya mengalami kerusakan akibat terjangan material longsor.
Selain merusak permukiman, longsor juga menutup jalur vital menuju Dukuh Pranten dari arah Rejosari dan Deles akibat timbunan tanah dan pohon tumbang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: