Ia menilai, kelas calon pengantin yang digagas Gus Yasin memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Pihaknya berharap kerja sama dengan Pemprov Jateng dapat terjalin untuk mewujudkan harmonisasi keluarga di Jawa Tengah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati menyampaikan, Pemprov Jateng sebenarnya telah memiliki sejumlah program pendukung ketahanan keluarga, seperti program generasi reproduksi dan ketahanan keluarga.
Terkait kelas calon pengantin, Ema mengatakan rencana tersebut sudah mulai dibahas. Program itu nantinya direncanakan digelar secara daring melalui platform Zoom.
“Kami sudah membahas dengan BP4 dan berencana untuk membuka kelas calon pengantin ini meskipun nantinya dilakukan melalui ruang Zoom. Karena berkeluarga bukan hanya senang-senang saja, tetapi tantangannya sangat berat,” jelasnya.
Adapun materi kelas calon pengantin, lanjut Ema, dapat menggunakan modul yang diterbitkan Kementerian Agama.
Kelas tersebut juga akan menghadirkan konsultan dan fasilitator tersertifikasi Mahkamah Agung, termasuk dari BP4 Jawa Tengah.