BATANG, diswayjateng.com — Kondisi jalan penghubung empat desa di Kecamatan Subah, Kabupaten Batang rusak parah viral di sejumlah media sosial (medsos) dan menuai keluhan warga.
Camat Subah, M. Yasin, membenarkan kerusakan tersebut telah berlangsung lebih dari satu tahun.
Pemandangan lubang menganga dan genangan air menyerupai kubangan kini menjadi keseharian warga yang melintas.
“Ruas jalan Subah–Kedawung ini sejatinya merupakan urat nadi masyarakat,” kata Yasin saat ditemui di Kantor Kecamatan Subah, Kamis 5 Februari 2026.
BACA JUGA: Kritik Musrenbang, DPRD Batang Tofani: Isu Pendidikan Seolah Terlupakan
BACA JUGA: Bupati Batang Luncurkan Jaminan Hari Tua Guru Madin, TPQ, dan RA Rp10,4 Miliar
Ia menjelaskan, jalan tersebut menghubungkan empat titik penting di wilayah Subah.
Ruas itu mengoneksikan Desa Subah, Desa Gondang, Desa Kuripan, hingga Dukuh Kalisari di Desa Kemiri Timur.
Namun, kondisi di lapangan jauh dari kata layak untuk dilalui. Kerusakan paling parah terpantau di jalur Desa Kuripan menuju Dukuh Kalisari.
Panjang jalan rusak di segmen tersebut mencapai sekitar 3.000 meter.
“Bagi warga sekitar, melintasi jalan ini bukan lagi soal perjalanan biasa, melainkan uji nyali,” ujar Yasin.
BACA JUGA: DPUPR Batang Kebut Lelang Dini, Tiga Proyek Strategis Siap Digarap Awal 2026
BACA JUGA: Dampak Pemangkasan Dana Desa, Operasional di Batang Sempat Nol Rupiah
Saat musim kemarau, debu tebal mengganggu jarak pandang. Sementara di musim hujan, jalan berubah menjadi lintasan lumpur licin yang rawan kecelakaan.
Kondisi ini disebut menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi warga. Distribusi hasil pertanian dan akses menuju pusat desa menjadi tidak optimal.