Hafal Dua Juz Alquran, Sembilan Warga Binaan Lapas Batang Diwisuda Pesantren Darut Taubah

Hafal Dua Juz Alquran, Sembilan Warga Binaan Lapas Batang Diwisuda Pesantren Darut Taubah

Wisuda santri dari Lapas Kelas II B Batang, Rabu 4 Februari 2026-ist-

BATANG, diswayjateng.id - Wisuda Santri Lapas Kelas II B BATANG menjadi penanda bahwa pemasyarakatan tidak lagi dimaknai sebatas hukuman, melainkan proses memanusiakan manusia.  

Hal itu ditegaskan Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Muhammad Sanni, saat menghadiri Wisuda Santri Warga Binaan di Lapas Kelas IIB Batang.  

Menurut Sanni, Wisuda Santri Lapas Batang mencerminkan wajah baru pembinaan pemasyarakatan yang menitikberatkan pada perubahan akhlak dan mental.  

“Pembinaan akhlak ini penting, harapannya ketika mereka bebas bisa hidup normal di masyarakat, bahkan mengabdikan diri,” kata Muhammad Sanni, Rabu 4 Februari 2026.  

BACA JUGA: BKPSDM Batang Mulai Asesmen Eselon II, Bupati Bakal Pilih dari Tiga Nama Terbaik

BACA JUGA: Program MBG di Batang, Ribuan Ibu Hamil dan Balita Mulai Terlayani

Ia menilai program Wisuda Santri Lapas Batang menunjukkan bahwa warga binaan diberi ruang untuk bertumbuh secara spiritual.  

Secara konsep, Sanni menyebut seluruh lapas di Jawa Tengah memiliki program pembinaan keagamaan serupa.  

Namun Wisuda Santri Lapas Batang dinilai lebih tertata, terukur, dan konsisten.  

“Materinya jelas, ada wisuda, bahkan Kementerian Agama memberikan sertifikat, ini bukan simbolik tapi pembinaan yang serius,” ungkapnya.

BACA JUGA: Bupati Batang Geram Parkir Truk Liar Tak Tertib, Sentil Dishub

BACA JUGA: Rincian Jumlah Dana Desa hingga Gaji Kades di Kabupaten Batang Tahun 2026

Di Lapas Batang, pesantren bukan sekadar label administratif.  

Pondok Pesantren Darut Taubah menjadi ruang pembinaan aktif bagi warga binaan yang ingin memperbaiki diri.  

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait