Dari Semarang ke Papua, Perajin Barongsai Kewalahan Hadapi Lonjakan Pesanan Imlek

Senin 26-01-2026,18:00 WIB
Reporter : Wahyu Sulistiyawan
Editor : Wawan Setiawan

SEMARANG, diswayjateng.id — Di antara tumpukan warna-warni kepala barongsai yang memenuhi sebuah rumah produksi di Jalan Hiri 3 Nomor 6, RT 02 RW 03, Karangtempel, Semarang Timur, tangan Candra Wiro Utomo /Oei Wie Hong terus menggoreskan warna diatas kerangka kepala Barongsai. 

Dengan mata yang jeli, pria berusia 40 tahun itu mengusap kuas di bagian mata barongsai, memberi sentuhan terakhir yang menentukan karakter dan nyawa dari setiap karya. 

Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026/2577 kesibukan di rumah produksi barongsai milik Candra meningkat tajam. Bersama enam karyawannya, ia harus berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan pesanan yang datang nyaris bersamaan. 

“Produksi untuk Imlek 2026 ini agak sedikit kacau. Biasanya dua sampai tiga bulan sebelumnya sudah ada pesanan. Tapi kali ini banyak yang pesan mendadak, baru Januari. Jadinya persiapan kami cukup kewalahan," ucapnya kepada Diswayjateng.id di rumah produksinya, Senin 26 Januari 2026. 

 

Lonjakan permintaan membuat stok bahan baku sempat menipis. Padahal, pesanan tidak hanya datang dari Jawa Tengah, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. 

“Hampir menyeluruh se-Indonesia, dari Kalimantan, Sumatera, Pulau Jawa, Makassar, Sulawesi, bahkan sampai Papua," terangnya. 

Tahun ini, sejumlah pelanggan juga meminta desain khusus yang menyesuaikan dengan perayaan Imlek Shio Kuda Api. Salah satunya adalah permintaan kepala naga dengan karakter menyerupai kuda. 

Pesanan naga berukuran raksasa dengan panjang mencapai 47 meter dan diameter tubuh sekitar 60 sentimeter. Naga tersebut memiliki lingkar badan hampir dua meter. 

“Lingkar badannya sekitar 190 sentimeter,” jelas Candra. 

 

 

 

Pesanan naga berukuran besar itu berasal dari Singkawang dan Ketapang, Kalimantan Barat, wilayah yang dikenal memiliki tradisi barongsai dan liong yang kuat. 

Kategori :