PCNU Kota Pekalongan 2025-2030 Dilantik, Ketua Sebut Tantangan Abad Kedua NU

Sabtu 24-01-2026,20:00 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Wawan Setiawan

“Ujungnya adalah memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi umat, khususnya warga Kota Pekalongan,” tegasnya.

Sebagai bagian dari penguatan internal, PCNU telah menggelar retreat pengurus sebelum pelantikan.

Retreat tersebut diikuti seluruh calon pengurus dan lembaga PCNU. Kegiatan orientasi dipandu oleh instruktur nasional dari PBNU.

Tujuannya menyatukan visi, misi, dan persepsi dalam berkhidmah di jam’iyyah NU.

PCNU Kota Pekalongan juga menyoroti persoalan sosial yang dihadapi daerah.

Banjir tahunan disebut sebagai persoalan serius yang membutuhkan kolaborasi semua pihak.

Machrus menegaskan penanganan banjir bukan hanya tanggung jawab pemerintah.

PCNU, melalui lembaga seperti Lakpesdam, siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Pekalongan.

Selain banjir, isu sampah dan problem perkotaan lain juga menjadi perhatian PCNU.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf memberikan pesan khusus kepada pengurus baru.

Gus Yahya menekankan pentingnya kekompakan dan konsolidasi organisasi. Ia menyebut tantangan NU ke depan semakin kompleks dan tidak ringan.

Menurutnya, abad kedua NU dipenuhi ketidakpastian di tingkat nasional dan global.

NU dituntut memiliki sistem organisasi yang lebih kuat dan adaptif.

Gus Yahya juga menyinggung agenda besar PBNU dalam menghadapi era kecerdasan buatan.

PBNU tengah menyiapkan gerakan “Cakap Ber-AI” untuk guru madrasah dan pesantren.

Platform digital organisasi juga akan diintegrasikan dengan teknologi Artificial Intelligence. Menurut Gus Yahya, NU tidak boleh tertinggal dalam arus transformasi global.

Kategori :