Sedikitnya 12 rangkaian kegiatan telah dilaksanakan dalam peringatan satu abad NU.
Menurut Machrus, keterlibatan seluruh pengurus dan lembaga menjadi kunci sukses kegiatan tersebut.
Ia menilai semangat kebersamaan masih menjadi kekuatan utama NU di tingkat cabang.
Dalam waktu dekat, PCNU Kota Pekalongan akan menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Musker-cab).
Musker-cab tersebut akan membahas dan mematangkan 10 program prioritas PCNU.
“Insyaallah di Musker-cab nanti ada rekomendasi 10 program yang akan kita godok bersama,” ucap Machrus.
Ia memastikan seluruh pengurus harian dan lembaga telah siap menjalankan program tersebut.
Machrus menegaskan kepengurusan kali ini menggabungkan kesinambungan dan pembaruan.
Pengurus lama yang dinilai baik tetap dipertahankan.
Di sisi lain, pola dan sistem baru mulai diterapkan sebagai bagian dari transformasi organisasi.
Transformasi ini disebutnya menjadi tantangan besar dalam menyongsong abad kedua NU.
Tema “Merawat Jagat Membangun Peradaban” menjadi pijakan utama arah gerak organisasi.
Machrus menilai tantangan abad kedua NU jauh lebih berat dibanding periode sebelumnya.
Transformasi ekonomi, digital, pendidikan, dan kesehatan menjadi perhatian serius PCNU.
Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap era digitalisasi. Menurutnya, seluruh pengurus dan lembaga harus adaptif terhadap perubahan zaman.
Program yang dijalankan harus konkret dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.