Jalan Citarum Sering Rusak dan Tergenang, Pemkot Semarang Siapkan Betonisasi 510 Meter

Jalan Citarum Sering Rusak dan Tergenang, Pemkot Semarang Siapkan Betonisasi 510 Meter

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng merespons laporan warga terkait kerusakan Jalan Citarum dengan perbaikan rutin dan proyek betonisasi permanen sepanjang 510 meter yang dijadwalkan mulai Agustus 2026.-dok. Pemkot Semarang-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, diswayjateng.id – Penanganan perbaiki kondisi Jalan Citarum dilakukan menyeluruh yang selama ini menjadi jalur penting menuju pusat kota dan kawasan perdagangan. Selain perbaikan sementara yang terus dilakukan, proyek peningkatan jalan dengan konstruksi beton permanen direncanakan mulai dikerjakan pada tahun 2026.

 

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan pihaknya merespons langsung keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan yang kerap mengganggu aktivitas transportasi di kawasan tersebut. Jalan Citarum dinilai memiliki peran strategis karena menjadi salah satu akses utama mobilitas warga dan distribusi barang.

 

Menurutnya, hasil evaluasi teknis menunjukkan kerusakan jalan dipengaruhi beberapa faktor utama. Salah satunya adalah posisi elevasi jalan yang relatif rendah sehingga sering tergenang air ketika curah hujan tinggi. Selain itu, lalu lintas kendaraan berat yang melampaui kapasitas jalan juga mempercepat kerusakan permukaan aspal di sejumlah titik.

 

“Berdasarkan evaluasi teknis, kerusakan di Jalan Citarum dipicu oleh elevasi jalan yang rendah sehingga sering terjadi genangan air saat hujan tinggi. Selain itu, beban kendaraan berat yang melebihi kapasitas atau ODOL (Over Dimension Over Loading) mempercepat kerusakan aspal di beberapa titik kritis,” ujar Agustina, Minggu 15 Maret 2026.

 

Sambil menunggu proyek peningkatan jalan secara menyeluruh, Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang terus melakukan perbaikan rutin di lapangan. Langkah ini dilakukan agar kondisi jalan tetap aman dilalui oleh pengguna kendaraan.

 

Perbaikan yang dilakukan meliputi penataan ulang paving, penambalan lubang jalan, hingga pemeliharaan berkala pada bagian yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang.

 

Agustina menegaskan, pemerintah tidak ingin menunggu proses administrasi proyek selesai sebelum melakukan penanganan. Menurutnya, pemeliharaan rutin menjadi langkah penting agar aktivitas masyarakat, terutama kegiatan ekonomi di sekitar kawasan tersebut, tetap berjalan normal.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait