Ada dimensi sosial dan politik lokal yang harus dipahami agar pembangunan tidak memicu kegaduhan.
Kasus jaringan gas APBN Batang ini menjadi cermin bahwa pembangunan fisik tanpa komunikasi politik berisiko menimbulkan resistensi.
DPRD Batang berharap ke depan tidak ada lagi proyek strategis yang “tiba-tiba muncul” di tengah masyarakat.
“Kami ingin dilibatkan sejak awal, bukan diberi tahu setelah pekerjaan hampir selesai,” pungkas Kukuh.
Proyek jaringan gas APBN Batang pun kini bukan sekadar soal pipa dan sambungan gas, melainkan soal etika komunikasi dalam pembangunan.