DPRD Batang Sentil Program MBG Usai Jenguk Balita Gizi Buruk asal Gringsing
Komisi IV DPRD Batang mengunjungi bocah yang sedang dirawat dari gizi buruk -ist-
BATANG, diswayjateng.com - Kasus balita penderita gizi buruk di Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten BATANG, memunculkan sorotan tajam terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Komisi IV DPRD Batang H. Tofani Dwi Arianto meminta program MBG benar-benar dijalankan secara profesional dan tepat sasaran agar mampu menekan angka stunting serta kasus gizi buruk di daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Tofani saat mengunjungi balita penderita gizi buruk bernama Zafran Defano Alfarizki (2,5) di RSUD Kalisari Batang bersama anggota Komisi IV DPRD Batang Muhammad Hanif Afdlolurrohman, Kamis 14 Mei 2026.
Menurut Tofani, Program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang sangat baik apabila dilaksanakan sesuai tujuan utamanya yakni memperbaiki kualitas gizi masyarakat.
BACA JUGA: Kecelakaan Maut di Pantura Batang, Dua Pria Tewas Terlindas Roda Belakang Truk
BACA JUGA: Era AI Datang, Bupati Batang Minta Pelajar SMAN 1 Wonotunggal Siap-siap
“Program makan bergizi gratis itu sangat bagus, tetapi pelaksanaannya harus benar-benar baik dan tepat sasaran,” ujar Tofani.
Ia mengaku prihatin melihat kondisi balita di Gringsing yang mengalami gizi buruk hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kasus tersebut menurutnya menjadi alarm penting bahwa pengawasan tumbuh kembang anak di tingkat desa masih perlu diperkuat.
Tofani menilai kelompok penerima manfaat MBG harus diprioritaskan kepada kalangan paling rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, anak stunting, dan remaja putri.
BACA JUGA: Salah Paham Gara-gara Sound System, Warga Geruduk Cafe Bulan di Batang
BACA JUGA: Batang Masih Miliki 527 Guru Non-ASN, Pemkab Siapkan Skema untuk 2027
“Kalau remaja putri bisa melalui sekolah, sedangkan ibu hamil dan anak stunting bisa dipantau lewat posyandu,” katanya.
Ia menekankan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh hanya berorientasi bisnis tanpa memperhatikan kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



