Bupati Batang Sentil OPD Absen Bahas RKPD 2027, Ancam Tak Kebagian Anggaran

Rabu 14-01-2026,14:15 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

Dari bangku peserta, audiens menjelaskan bahwa Kepala Dinas Pertanian sedang berada di Solo untuk agenda kedaulatan pangan bersama kementerian.

Meski memahami alasan tersebut, Bupati tetap menegaskan bahwa momentum perencanaan tidak boleh dipandang remeh oleh siapa pun.

Dalam pemaparan evaluasi pembangunan 2025, Faiz mengungkapkan capaian positif di sektor kesehatan masyarakat.

Angka harapan hidup warga Batang tercatat naik menjadi 75,35 tahun, menandakan kualitas lingkungan hidup dan gizi masyarakat yang membaik.

Selain itu, prevalensi stunting berhasil ditekan signifikan dari 11,54 persen menjadi 9,43 persen.

Namun di balik kabar baik tersebut, Bupati menyampaikan catatan serius terkait lonjakan penyakit menular.

Kasus malaria tercatat meningkat dua kali lipat menjadi 18 kasus dalam setahun.

Sementara itu, kasus tuberkulosis melonjak drastis hingga mencapai 1.570 kasus.

“Bagi Dinkes, sekali lagi saya titip untuk melakukan treatment khusus dan membuat satgas khusus penanganan malaria dan TBC,” perintah Faiz secara terbuka.

Di sektor pendidikan, Bupati mengakui adanya peningkatan rata-rata lama sekolah.

Meski demikian, ia menyoroti tingginya angka anak putus sekolah yang masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Faiz meminta seluruh unsur pemerintahan hingga tingkat RT dan RW untuk lebih peka terhadap kondisi sosial di lingkungannya.

“Saya minta camat sampai RT/RW pasang mata terhadap anak-anak yang tidak sekolah,” katanya.

Menurut Faiz, pendidikan tetap menjadi faktor kunci dalam mobilitas sosial masyarakat.

“Orang yang punya kualitas pendidikan baik belum tentu pasti sukses, tetapi orang yang berpendidikan punya potensi lebih besar untuk sukses,” tuturnya.

Ia bahkan menjadikan angka anak tidak sekolah dan pengangguran sebagai indikator pemberian insentif fiskal ke desa.

Kategori :