Desa yang berhasil menekan angka putus sekolah dan pengangguran akan mendapatkan tambahan dukungan anggaran dari pemerintah daerah.
Faiz mencontohkan bantuan Rp100 juta yang telah dikucurkan kepada lebih dari 30 desa dengan kinerja sosial terbaik.
Menutup arahannya, Bupati menepis anggapan bahwa kondisi ekonomi Batang sedang lesu.
Data menunjukkan pengeluaran per kapita masyarakat Batang melonjak menjadi Rp11,4 juta per tahun.
Menurut Faiz, peningkatan konsumsi merupakan indikator nyata kuatnya daya beli masyarakat.
“Kalau ekonomi sepi, belanjanya naik itu rasional atau tidak, ya tidak rasional,” ujarnya dengan nada berkelakar.
Ia menegaskan bahwa geliat ekonomi juga tercermin dari semakin meningkatnya aktivitas pedagang kaki lima.
Meski demikian, Bupati mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi tetap dibarengi dengan ketertiban ruang publik.
“Kita sangat suportif, tapi saya titip berjualan pada tempatnya dan gunakan fasum-fasos sesuai fungsinya,” pungkasnya.