Gadai di Semarang Naik Tajam Jelang Lebaran, Warga Ramai Tebus Perhiasan
Transaksi gadai di Semarang meningkat tajam sejak Ramadan, didominasi emas. Jelang Lebaran, tren berbalik dengan lonjakan penebusan barang oleh nasabah.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, Diswayjateng.com — Aktivitas gadai di wilayah Semarang menunjukkan tren peningkatan tajam sejak awal Ramadan hingga mendekati Hari Raya Idulfitri 2026.
Kenaikan ini dipicu oleh tingginya kebutuhan pembiayaan masyarakat, khususnya untuk menopang aktivitas usaha yang meningkat selama periode tersebut.
Pimpinan PT Pegadaian Kanwil XI Semarang Cabang Poncol, Agung Wibowo, mengungkapkan bahwa lonjakan transaksi mulai terlihat dalam 30 hari terakhir sebelum Lebaran. Dalam periode tersebut, jumlah transaksi gadai harian mampu mencapai rata-rata hingga 150 transaksi.
“Dalam satu bulan menjelang Lebaran, peningkatan transaksi cukup signifikan. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan modal usaha karena perputaran ekonomi sedang tinggi,” ujar Agung kepada Diswayjateng.com, Rabu 18 Maret 2026.
Menurutnya, momen Ramadan hingga Lebaran memang selalu diiringi peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Pelaku usaha kecil hingga menengah memanfaatkan layanan gadai sebagai solusi pembiayaan cepat untuk memenuhi kebutuhan stok barang maupun operasional usaha.
Namun, pola tersebut berubah saat memasuki sepekan terakhir menjelang Lebaran. Pengajuan gadai justru mengalami penurunan cukup drastis, dari kisaran 70 transaksi per hari menjadi sekitar 30 transaksi harian.
Di sisi lain, tren penebusan barang mengalami lonjakan signifikan. Jika sebelumnya rata-rata pelunasan berada di angka 30 transaksi per hari, menjelang hari raya jumlahnya meningkat hingga sekitar 100 transaksi per hari.
“Menjelang Lebaran, masyarakat lebih banyak melakukan pelunasan untuk mengambil kembali barang gadai mereka. Umumnya untuk kebutuhan pribadi, seperti menggunakan kembali perhiasan saat hari raya,” jelasnya.
Ia menyebutkan, mayoritas barang yang digadaikan masih didominasi oleh perhiasan emas dengan porsi mencapai sekitar 90 persen. Sementara itu, barang lain seperti elektronik dan kendaraan hanya menyumbang masing-masing sekitar 5 persen dari total transaksi.
Khusus untuk kendaraan, terjadi kecenderungan peningkatan penebusan menjelang Lebaran. Banyak nasabah memilih mengambil kembali kendaraan mereka, baik untuk keperluan mobilitas selama libur hari raya maupun untuk dijual kembali memanfaatkan potensi kenaikan harga.
“Untuk kendaraan seperti mobil dan armada, sebagian besar sudah ditebus. Saat ini stok di gudang berkurang karena banyak nasabah mengambil kembali barangnya,” kata Agung.
Ia menilai, fenomena tersebut dipengaruhi oleh kebutuhan penggunaan kendaraan selama Lebaran serta peluang mendapatkan harga jual lebih tinggi di pasar.
Selain itu, perusahaan juga mendorong penggunaan layanan digital guna mempermudah transaksi. Melalui aplikasi Pegadaian Digital TRING, nasabah dapat melakukan pelunasan pinjaman secara daring tanpa harus datang langsung ke kantor.
“Nasabah cukup melakukan pelunasan melalui aplikasi, kemudian datang hanya untuk mengambil barang. Ini membuat proses lebih praktis,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
