16 Pasar Tradisional di Kabupaten Tegal Tersentuh Rehab

Selasa 10-06-2025,12:52 WIB
Reporter : Hermas Purwadi
Editor : Rochman Gunawan

SLAWI, diswayjateng.id- Keseriusan Pemkab Tegal melalui Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan untuk mewujudkan pasar tradisional yang representatif terus dilakukan.

Bila tahun sebelumnya rehab pasar tradisional menyentuh 11 pasar, di tahun 2025 ini rehab pasar tradisional dilakukan di 16 pasar dari jumlah total 25 pasar  tradisional yang ada.

Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan, Rudy Imam Kurnianto melalui  Kabid Sarana Distribusi dan Perizinan Perdagangan, Teguh Imam Prayitno menyatakan bahwa rehab pasar tradisional tahun ini dilakukan merata di 5 UPTD pasar yang ada.

"Untuk UPTD I rehab pasar tradisional dilakukan di  pasar Trayeman, Jatilaba, Pangkah, dan Balamoa," ujarnya, Selasa (10/6/2025).

BACA JUGA:Dinas Koperasi UKM Perdagangan Kabupaten Tegal Dorong Pengembangan Usaha Mikro

BACA JUGA:Dinas Koperasi UKM Perdagangan Kabupaten Tegal Rakor Peluncuran Zona Khas

Sementara di UPTD II rehab pasar menghampiri Pasar  Pepedan Mejasem Barat, dan Suradadi. Di UPTD III rehab  pasar dilakukan di  Pasar Banjaran, Adiwerna, dan Kedungsukun.

Sementara di UPTD IV rehab dilakukan di Pasar  Balapuang, dan Margasari. "Untuk UPTD wilayah V rehab pasar dilakukan di Pasar Bojong, Bumijawa, Cerih, dan Jatinegara," cetusnya.

Rehab yang didukung anggaran APBD II senilai total Rp2, 2 miliar tersebut fokus pada rehab ringan, pembenahan drainase pasar, atap, hingga perbaikan kantor UPTD pasar.

Ditargetkan semua rehab pasar tahun ini rampung pada  bulan Juni 2025 akhir. "Proyek fisik rehab pasar tradisional ini sudah berjalan sejak April dan awal Mei 2025," ungkapnya. (adv)

Kategori :