Ratusan Peserta KIS PBI JKN Pengungsi Padasari Tegal Diaktifkan

Ratusan Peserta KIS PBI JKN Pengungsi Padasari Tegal Diaktifkan

DISKUSI - Kepala Dinas Sosial didampingi sekretaris dinas memimpin gelar Forum OPD di aula.--

SLAWI, diswayjateng.com - Pemkab Tegal melalui Dinas Sosial melakukan reaktivasi kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang nonaktif, untuk warga Desa Padasari Kecamatan, Jatinegara yang kini berdiam di pengungsian.

Kepala Dinas Sosial, Tri Guntoro didampingi sekretaris dinas, Joko Priono menyatakan saat ini tercatat ada 521 pemegang karrtu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) warga pengungsi Desa Padasari diaktifkan.

"Diharapkan 521 pemegang kartu yang telah direaktivas tetap mendapatkan layanan kesehatan gratis dari pemerintah," ujarnya di sela-sela gelaran Forum OPD di aula, Selasa (24/2).

Pihaknya juga menyatakan bahwa isu strategis saat ini terkait transformasi dari DTKS ke DTSEN berakibat  penerima bansos mengalami 'cut off'  termasuk penerima KIS PBI JKN.

"Dan informasi terkini DTSEN kembali bertransformasi menjadi Digital Bantuan Sosial (Bansos). Dimana dari ujicoba 40 kota dan kabupaten se Indonesia, untuk Jawa Tengah ditunjuk Banyumas dan Kabupaten Tegal," terangnya.

Di kesempatan ini juga dibahas isu strategis terkait peningkatan  jumlah Pemerlu Pelayanan Kesehatan Sosial (PPKS) yang belum seimbang dengan ketersediaan sarana dan prasarana seperti rumah singgah.

"Isu strategis lainnya terkait meningkatnya intensitas bencana. Dimnana rata-rata peningkatan mencapai 31 kejadian per tahun, dan meluasnya wilayah terdampak bencana rata-rata 20 desa per tahun," ungkapnya.

Dan untuk kebutuhan anggaran di tahun 2027, terploting untuk tindak lanjut DigitalisasiBansos berupa supporting penguatan SDM pemuktahiran data. Selebihnya untuk kebutuhan layanan rehabilitasi sosial bagi kelompok rentan berupa alat bantu, permakanan, dan sandang.

Termasuk anggaran logistik support kebencanaan untuk dapur umum  perlu adanya peningkatan seiring meningkatnya bencana. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait