Pembangunan Huntara Padasari Tegal Dikebut, 8 Alat Berat sudah Dilokasi

Pembangunan Huntara Padasari Tegal Dikebut, 8 Alat Berat sudah Dilokasi

HUNTARA - Sejumlah alat berat dan pekerja sedang beraktifitas di lokasi Huntara di Jalan Raya Capar–Padasari, Desa Capar, Kecamatan Jatinegara, Senin (23/2/2026).--

SLAWI, diswayjateng.com – Harapan ribuan warga terdampak tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, mulai menemukan titik terang. Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) kini dikebut. Delapan alat berat diturunkan sekaligus untuk meratakan dan memadatkan lahan di lokasi Pembangunan.

Pantauan di lokasi, Senin (23/2/2026), deru mesin alat berat terdengar bersahutan di lahan seluas 4,7 hektare di Jalan Raya Capar–Padasari, RT 04/RW 02, Desa Capar, Kecamatan Jatinegara. Tanah yang sebelumnya berbukit kini mulai dibentuk, dipadatkan, dan disiapkan sebagai pondasi ratusan hunian modular.

Pembangunan Huntara ini menjadi langkah percepatan penanganan pascabencana tanah bergerak yang melanda Desa Padasari. Data sementara mencatat sekitar 900 rumah mengalami kerusakan, baik berat, sedang, maupun ringan.

Tak hanya permukiman warga, dua pondok pesantren, fasilitas pendidikan, Polindes, hingga sejumlah ruas jalan juga terdampak ambles dan retak. Total pengungsi mencapai sekitar 2.700 jiwa.

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, menegaskan pembangunan Huntara tahap pertama akan difokuskan pada 456 unit.

“Pada tahap pertama akan dibangun 456 unit Huntara. Sisanya sebanyak 444 unit masih disiapkan opsi lahannya sambil menunggu hasil kajian tanah dari tim geologi UGM,” ujarnya.

Menurut Ischak, lahan di Desa Capar memang memiliki tantangan kontur berbukit. Namun setelah melalui kajian, area seluas 4,7 hektare direkomendasikan untuk pembangunan tahap awal.

Sementara itu, Pemkab Tegal juga menyiapkan alternatif lahan milik pemerintah daerah di Kalisapu, Kecamatan Slawi, berjarak sekitar 12–13 kilometer dari lokasi terdampak.

Ia menegaskan proses verifikasi dan pendataan calon penerima Huntara dilakukan secara cermat dan hati-hati.

“Verifikasi dan pendataan dilakukan secara cermat guna mengantisipasi potensi konflik sosial dalam penentuan penerima Huntara,” tegasnya.

Dukungan pusat pun mengalir. Pelaksana Strategis Jawa Tengah mewakili UPT Kementerian PU Jawa Tengah, Affi Tritato, menyebut pembangunan 456 unit Huntara telah dimulai dengan dukungan alat berat dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional dan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana.

Pematangan lahan ditargetkan tuntas dalam waktu satu minggu. Setelah itu, pemasangan unit modular Huntara akan didatangkan dari Bogor dan langsung dirakit di lokasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait