JAKARTA, diswayjateng.id – Aroma tak sedap kasus korupsi senilai lebih dari Rp 9 triliun kini menyeruak dari balik tembok Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Kejaksaan Agung (Kejagung) RI sedang gencar membongkar dugaan mega-korupsi dalam Program Digitalisasi Pendidikan periode 2019 hingga 2022. Meski belum ada nama tersangka yang diumumkan, kasus ini sudah resmi naik ke tahap penyidikan. Ini jadi sinyal kuat bahwa tim penyidik sudah mengantongi bukti awal yang tak main-main. Penelusuran terus dilakukan, menyisir berbagai pihak mulai dari unsur pemerintahan hingga swasta yang diduga ikut kecipratan duit haram ini. Langkah agresif Kejaksaan Agung semakin terlihat. Pada Selasa (3/6), Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah, mengungkapkan bahwa tim penyidik telah memeriksa lima saksi kunci dari lingkungan Kemendikbudristek. Mereka adalah figur-figur sentral pada periode terjadinya dugaan korupsi, antara lain STN (Sekretaris Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen 2019); HM (Plt Dirjen PAUD, Dikdas dan Dikmen 2020); KHM (Wakil Ketua Tim Teknis Analisa Kebutuhan Alat Pembelajaran TIK 2020); WH (Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat SD 2020–2021); dan AB (Anggota Tim Teknis Analisa Kebutuhan Alat Pembelajaran TIK 2020). "Pemeriksaan ini untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi penyidikan terhadap perkara yang dimaksud," tegas Febrie seperti dilansir jabarekspres.com, Rabu (4/6). Saksi-saksi tersebut merupakan tokoh sentral yang terlibat dalam periode dugaan korupsi, termasuk Sekretaris Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen pada tahun 2019, serta pejabat lainnya yang berperan dalam analisis kebutuhan alat pembelajaran TIK pada tahun 2020. Febrie menegaskan bahwa pemeriksaan ini bertujuan untuk memperkuat bukti dan melengkapi penyidikan terkait kasus tersebut. Tak hanya itu, isu yang paling menyedot perhatian publik adalah kemungkinan pemeriksaan terhadap mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar, tak menampik kemungkinan ini. "Kalau penyidik menganggap perlu, pasti akan dipanggil," ujarnya. Menurut Harli, siapa pun yang memiliki informasi krusial atau dapat memperkuat pembuktian kasus ini, akan dipanggil dan dimintai keterangan. Tim penyidik juga tengah mendalami berbagai modus kejahatan yang mungkin terjadi, mulai dari suap, mark-up harga, pengadaan fiktif, hingga penyimpangan spesifikasi barang. Bukti-bukti semakin menguat setelah penyidik melakukan penggeledahan di sejumlah apartemen milik staf khusus (stafsus) Mendikbudristek. Pada 23 Mei 2025, penyidik menyasar sebuah apartemen di Cilandak, Jakarta Selatan, milik salah satu stafsus Nadiem. Dari lokasi itu, disita barang bukti elektronik berupa laptop dan ponsel. Penggeledahan tidak hanya dilakukan di satu lokasi, tetapi juga di Apartemen Kuningan Place yang merupakan milik FH, Stafsus Mendikbudristek, serta di Apartemen Ciputra World 2, Tower Orchard yang dimiliki oleh JT, juga Stafsus Mendikbudristek. Tindakan ini menunjukkan bahwa Kejaksaan Agung telah mengumpulkan jejak digital dan informasi yang semakin memperkuat dugaan adanya praktik korupsi.Kejagung Sikat Habis Koruptor Digitalisasi Pendidikan
Rabu 04-06-2025,16:13 WIB
Reporter : Wawan Setiawan
Editor : Wawan Setiawan
Kategori :
Terkait
Kamis 09-07-2026,21:00 WIB
Kejati Jateng Tegaskan Pendataan Seluruh SPPG Bukan Pemeriksaan, Tidak Hanya Milik Polri
Selasa 07-07-2026,19:50 WIB
Kejari Grobogan Geledah Balaidesa Tlogomulyo hingga Rumah Kadesnya, Ada Apa?
Senin 06-07-2026,20:19 WIB
Catatan Hitam Proyek Jalur Ganda: Mengalir ke Komisi V, Kode ‘Pak Dewo’ Kebagian Rp 721 Juta
Jumat 03-07-2026,06:00 WIB
Korupsi Kredit Rp5,2 Miliar, 6 Mantan Pegawai Bank Pasar Semarang Divonis 1,6 Tahun Penjara
Kamis 02-07-2026,12:50 WIB
Guru di Purworejo Bakal Bisa WFA dan WFH Saat Libur Sekolah, Pemkab Siapkan Aturan Resmi
Terpopuler
Kamis 09-07-2026,14:08 WIB
Lebih dari Sejuta Buku Internasional Hadir di Semarang, Pengunjung Berburu hingga Bawa Empat Troli
Kamis 09-07-2026,12:34 WIB
El Nino Mengancam, TPA Jatibarang Dijaga 24 Jam: Satgas Gabungan Diterjunkan Cegah Kebakaran
Kamis 09-07-2026,06:30 WIB
Aplikasi Penanggalan Jawa Purwa Gagasan Putra Tegal Resmi Rilis, Warisan Leluhur Kini Bisa Diakses di HP
Kamis 09-07-2026,06:00 WIB
Fresh Graduate Gen Z Ngaku Masih Sulit Dapat Kerja, Janji 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Dipertanyakan
Terkini
Kamis 09-07-2026,23:00 WIB
Kabar Baik! Investor Nasional Siap Masuk Pati, Ribuan Lapangan Kerja Menanti
Kamis 09-07-2026,22:00 WIB
Waspada Percikan Api, Polisi Perketat Pengawasan Perbaikan Kapal di Sungai Silugonggo Pati
Kamis 09-07-2026,21:00 WIB
Kejati Jateng Tegaskan Pendataan Seluruh SPPG Bukan Pemeriksaan, Tidak Hanya Milik Polri
Kamis 09-07-2026,20:00 WIB
Ruas Jalan Rusak di Pati Jadi Prioritas, APBD 2027 Tambah Anggaran untuk DPUTR Percepat Perbaikan
Kamis 09-07-2026,19:00 WIB