Efek Konflik Timur Tengah, Harga Plastik Melejit Usai Lebaran 2026 hingga 100 Persen!

Efek Konflik Timur Tengah, Harga Plastik Melejit Usai Lebaran 2026 hingga 100 Persen!

Harga plastik di Indonesia melonjak hingga 100% usai Lebaran 2026 akibat gangguan pasokan global. UMKM terdampak, stok menipis, pembelian dibatasi.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, Diswayjateng.com – Lonjakan harga plastik di Indonesia dilaporkan telah terjadi secara drastis sejak awal Maret 2026 dan mencapai puncaknya setelah momentum Lebaran. Kenaikan bahkan disebut berada di kisaran 50 hingga 100 persen, dipicu oleh terganggunya pasokan minyak mentah global akibat konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya di jalur distribusi Selat Hormuz. 

 

Dampak dari kondisi tersebut telah dirasakan langsung oleh pelaku usaha, terutama UMKM kuliner dan pedagang pasar yang sangat bergantung pada bahan kemasan plastik. Tekanan biaya produksi pun semakin berat seiring harga bahan baku yang terus meningkat. 

 

Kenaikan harga plastik disebut telah berlangsung sejak awal Ramadan dan masih berlanjut hingga pasca-Lebaran 2026. Kondisi ini menyebabkan distribusi barang menjadi tidak stabil, sementara permintaan pasar justru meningkat tajam, terutama untuk kebutuhan kemasan makanan dan minuman. 

 

Di sejumlah toko plastik di Kota Semarang, stok barang dilaporkan cepat habis akibat tingginya permintaan. Situasi ini kemudian mendorong diterapkannya kebijakan pembatasan pembelian oleh pedagang guna menjaga ketersediaan barang di tingkat pengecer. 

 

Pembatasan pembelian telah diberlakukan di salah satu toko plastik di kawasan Jalan Jolotundo, Sambirejo, Gayamsari. Setiap konsumen kini hanya diperbolehkan membeli maksimal tiga pack plastik dalam satu transaksi. 

 

Langkah tersebut diambil untuk mencegah pembelian dalam jumlah besar yang berpotensi memperparah kelangkaan barang di pasaran. 

 

“Biasanya orang bebas mau beli 5 sampai 12 pack, sekarang saya batasi maksimal tiga. Soalnya harga naik terus hampir tiap hari, saya lihat dahulu kalau harga mulai stabil baru tidak ada pembatasan,” ujar Tuti, pemilik toko, Rabu 8 April 2026.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait