“Banyak anak muda kita memilih migrasi, padahal di Batang sumber daya ekonominya masih luas dan menjanjikan,” kata ketua Lakpesdam PCNU Batang itu.
BACA JUGA:Trotoar Rp797 Juta di Batang Tak Ramah Difabel, Bupati Minta Revisi
BACA JUGA:Nasabah Korban Kredit Ganda Datangi Kantor Cabang, Ini Jawaban BRI Batang
Dari 11 peserta yang mendaftar, hanya 7 kelompok yang lolos dan menjalani seleksi lanjutan melalui karantina dan sesi wawancara bisnis.
Aminudin mengatakan, penilaian didasarkan pada lima aspek: motivasi, penguasaan materi, inovasi, keberlanjutan, dan komitmen.
Motivasi dianggap sebagai fondasi utama dalam membangun ketahanan usaha, sementara penguasaan materi menjadi indikator kesiapan intelektual peserta.
Inovasi dinilai dari pendekatan, teknologi, hingga nilai kebaruan yang membedakan bisnis mereka dari yang sudah ada.
BACA JUGA:Kapolres Batang Kukuhkan Forum Wartawan, Perkuat Sinergi Lawan Disrupsi Informasi
"Terhadap kebaruan, juga dinilai faktor-faktor yang menjadi pembeda rencana bisnis yang akan dilakukan terhadap bisnis-bisnis yang telah ada," tuturnya.
Keberlanjutan mengukur kesiapan peserta dalam memahami rantai pasok, serta peluang jangka panjang yang realistis dan aplikatif.
Komitmen dinilai dari keseriusan peserta mengikuti seluruh rangkaian pembinaan hingga akhir program.
Meski ada pemenang, beberapa kelompok terbaik akan tetap didampingi melalui skema inkubasi bisnis oleh panitia dan mitra yayasan.
BACA JUGA:Disperpuska Gelar Bedah Buku 'Mencari Jejak Mbah Rifai', Bongkar Sejarah Batang yang Terlupakan
BACA JUGA:PMI Batang All Out Bantu Talasemia dengan Darah Leucodepleted
“Output akhirnya adalah lahirnya kelompok pemuda yang punya jiwa entrepreneur, kapabilitas tinggi, akses pasar, dan kelembagaan usaha yang kuat,” ujar Aminudin.